Dikutip dari
CNBC International, Kamis 21 Mei 2026, pada perdagangan Rabu, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 645,47 poin atau 1,31 persen dan ditutup di level 50.009,35. Sementara indeks S&P 500 naik 1,08 persen menjadi 7.432,97, sedangkan Nasdaq Composite menguat 1,54 persen ke posisi 26.270,36.
Optimisme investor meningkat karena pasar melihat peluang tercapainya kesepakatan diplomatik yang dapat meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sebelumnya, konflik sempat memicu kekhawatiran besar terhadap gangguan pasokan energi global.
Pasar sebelumnya diguncang setelah pemerintahan Trump melakukan blokade pelabuhan Iran, sementara Teheran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi minyak dunia. Situasi tersebut sempat membuat harga minyak melonjak tajam.
Namun, harga minyak mulai bergerak lebih stabil setelah muncul sinyal negosiasi antara Washington dan Teheran. Pada perdagangan Kamis pagi waktu Asia, minyak mentah WTI naik 0,78 persen menjadi 99,03 Dolar AS per barel, sedangkan Brent menguat 0,73 persen ke level US$105,72 per barel.
Meski kembali naik tipis, sehari sebelumnya harga minyak sempat anjlok lebih dari 5 persen karena investor mulai yakin risiko konflik besar di Timur Tengah dapat berkurang apabila proses diplomasi terus berlanjut.
BERITA TERKAIT: