Kilau Emas Meredup di Tengah Kenaikan Harga Perak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Kamis, 14 Mei 2026, 07:26 WIB
Kilau Emas Meredup di Tengah Kenaikan Harga Perak
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Harga logam mulia global bergerak bervariasi pada akhir perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, dengan emas kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut.

Pelemahan emas terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi global akibat perang Iran. 

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Harga emas spot turun 0,6 persen menjadi 4.686,35 Dolar AS per ons. Tekanan muncul setelah data ekonomi Amerika menunjukkan inflasi dan harga produsen meningkat lebih tinggi dari perkiraan, memperkuat pandangan bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.

Selain faktor inflasi, pasar juga mencermati hubungan dagang Amerika Serikat dan China, termasuk pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

Sentimen pasar turut dipengaruhi kebijakan India yang menaikkan tarif impor emas dan perak dari 6 persen menjadi 15 persen. 

Sebagai konsumen logam mulia terbesar kedua dunia setelah China, langkah India dinilai berpotensi menekan permintaan emas global dalam jangka panjang.

Di tengah pelemahan emas, logam mulia lainnya justru menguat. 

Harga perak naik 1,6 persen menjadi 87,88 Dolar AS per ons, platinum menguat 1,6 persen ke 2.159,58 Dolar AS per ons, dan paladium bertambah 1,2 persen menjadi 1.508,39 Dolar AS per ons. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA