Dikutip dari Reuters, Senin 4 Mei 2026, harga minyak mentah Brent tercatat turun menjadi sekitar 107 Dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 101 Dolar AS per barel.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengawal kapal-kapal yang terjebak agar bisa kembali beroperasi dengan aman.
“Kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur perairan terlarang ini, sehingga mereka dapat kembali menjalankan bisnis," ujar Trump.
Meski demikian, harga minyak masih bertahan di atas 100 Dolar AS per barel karena ketegangan antara AS dan Iran belum menemukan titik terang. Negosiasi yang berlangsung sepanjang akhir pekan dilaporkan berjalan buntu, dengan kedua pihak tetap bersikeras pada posisi masing-masing.
Situasi ini membuat lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih terbatas, sehingga pasokan minyak global tetap terganggu. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa harga minyak belum turun lebih dalam meskipun ada upaya dari AS.
Di sisi lain, OPEC+ juga mengumumkan rencana untuk kembali menaikkan produksi minyak pada Juni mendatang. Kenaikan ini menjadi yang ketiga sejak penutupan Selat Hormuz, namun dampaknya diperkirakan belum signifikan karena gangguan pasokan akibat konflik masih berlangsung.
BERITA TERKAIT: