Dikutip dari
CNBC International, indeks KOSPI Korea Selatan memimpin penguatan dengan lonjakan sekitar 5 persen, didorong oleh data ekspor Maret yang melonjak 48,3 persen secara tahunan -- lebih tinggi dari perkiraan pasar. Kenaikan juga terjadi pada indeks saham kecil Kosdaq yang naik lebih dari 4 persen.
Di Jepang, Nikkei 225 menguat sekitar 3,5 persen, diikuti indeks Topix yang juga naik lebih dari 3 persen. Penguatan ini sejalan dengan hasil survei Tankan dari Bank of Japan yang menunjukkan peningkatan kepercayaan bisnis. Sentimen di kalangan produsen besar naik ke level tertinggi sejak akhir 2021, sementara sektor non-manufaktur tetap berada di level tertinggi dalam beberapa dekade.
Pasar Australia juga ikut menguat, dengan S&P/ASX 200 naik sekitar 1,7 persen, didorong oleh kinerja saham sektor jasa pendidikan. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong juga menunjukkan arah positif, mengindikasikan pembukaan yang lebih tinggi.
Sentimen positif ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mengatakan bahwa AS berpotensi meninggalkan Iran dalam dua atau tiga minggu. Sementara Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan terbuka untuk mengakhiri konflik dengan sejumlah jaminan tertentu.
BERITA TERKAIT: