Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan emiten yang dikenai suspensi yakni PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS), PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO), PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT), PT Satu Visi Putra Tbk (VISI), dan PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA).
Suspensi dilakukan akibat peningkatan harga kumulatif yang signifikan dan berlaku mulai sesi I perdagangan Jumat 23 Januari 2026 di pasar reguler dan pasar tunai. Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan investor sekaligus memberi ruang cooling down bagi pelaku pasar.
“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” kata Yulianto dalam keterangannya, dikutip redasi di Jakarta
Khusus saham ZBRA, BEI memperpanjang suspensi di seluruh pasar sejak sesi I Kamis 22 Januari 2026, menyusul putusan Pengadilan Niaga PN Jakarta Pusat yang menyatakan entitas anak perseroan, PT Dos Ni Roha, pailit.
BEI menilai terdapat ketidakpastian terhadap kelangsungan usaha perusahaan.
Sementara itu, BEI mencabut suspensi atas enam emiten, yakni PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO), PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP), PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), dan PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD).
Dengan pencabutan tersebut, saham keenam emiten dapat kembali diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I Jumat, 23 Januari 2026.
BERITA TERKAIT: