Menurut mantan Menparekraf, Sandiaga Uno, penilaian semacam itu justru berisiko menutup mata terhadap realitas ketimpangan akses ekonomi yang masih dirasakan sebagian besar masyarakat.
“Kemarin sempat ramai pertunjukan stand up comedy yang tiketnya habis dan dianggap jadi tanda ekonomi kita baik-baik saja. Padahal tidak semua orang punya akses yang sama,” ujar Sandiaga lewat akun X miliknya dikutip di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.
Menurutnya, geliat konsumsi di sektor hiburan hanya mencerminkan kondisi kelompok tertentu, bukan gambaran menyeluruh perekonomian nasional.
Eks Wakil Gubernur Jakarta pendamping Anies Baswedan itu menegaskan, ukuran utama ekonomi yang sehat seharusnya bertumpu pada luasnya kesempatan kerja dan berusaha yang dapat diakses masyarakat secara adil.
“Bagi kami para pengusaha, ekonomi yang sehat bukan cuma dilihat dari acara yang penuh, tapi dari banyaknya kesempatan yang terbuka,” tegasnya.
Sandiaga menilai tantangan utama pemerintah ke depan adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya berputar di sektor konsumtif, tetapi benar-benar menciptakan efek berantai yang dirasakan pelaku usaha kecil, pekerja informal, dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
“Tugas kita bersama adalah menciptakan lebih banyak peluang kerja dan usaha, agar pertumbuhan ekonomi bisa merata dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: