Indeks melonjak 142,58 poin atau 0,54 persen ke posisi 8.059,87, setelah terkoreksi lebih dari 2 persen pada perdagangan sebelumnya di tengah sentimen geopolitik di Timur Tengah yang masih terus berlanjut.
Tercatat 195 saham menguat, 153 saham melemah, dan 298 lainya stagnan.
Mengutip data RTI, nilai transaksi mencapai Rp439,13 miliar dari 578,74 juta saham yang diperdagangkan dalam 54.356 kali transaksi.
Hingga pukul 09.34 WIB, IHSG masih melanjutkan penguatan dengan kenaikan 0,79 persen ke level 8.080.
Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah ikut bergerak positif 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.861 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.868 per dolar AS.
Sebelumnya konflik di Timteng pecah setelah Amerika Serikat dan Israel, melakukan operasi gabungan ke Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global serta meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan. Terbaru, Iran diduga meluncurkan serangan pesawat tak berawak ke raksasa energi di Arab Saudi, Saudi Aramco, sehingga menyebabkan penghentian operasi sementara di kilang terbesar di Timteng itu.
BERITA TERKAIT: