Sentimen positif datang dari rilis laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat periode Desember yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja lebih rendah dari perkiraan, namun tingkat pengangguran menurun.
Data tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja AS masih solid, sekaligus membuka ruang ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif.
Di kawasan Asia-Pasifik, indeks ASX 200 Australia dibuka naik 0,22 persen dan melanjutkan penguatan hingga 0,52 persen atau 45,50 poin ke level 8.763,30.
Bursa Korea Selatan mencatatkan kinerja kuat, dengan indeks Kospi naik 1,11 persen ke 4.637,03, sementara Kosdaq menguat 0,4 persen. Pasar saham Jepang tutup karena hari libur.
Nikkei naik 1,61 persen menjadi 822,63. Naik dari penutupan Jumat pekan lalu 51.939
Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan dibuka menguat, tercermin dari kontrak berjangka di level 26.408, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.231,79.
Di dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mixed dengan volatilitas terbatas, setelah menguat 0,13 persen pada penutupan pekan lalu di level 8.936. Pergerakan iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) di New York Stock Exchange terpantau mendatar di 19,01 Dolar AS.
Sejumlah analis memproyeksikan IHSG bergerak di kisaran 8.900-9.000. Secara teknikal, indeks mulai memasuki area jenuh beli sehingga berpotensi mengalami koreksi sehat. Meski demikian, belum terdapat indikasi pembalikan arah tren, dengan level resistance terdekat berada di kisaran 8.970 dan level psikologis 9.000 masih menjadi tantangan bagi penguatan lanjutan.
BERITA TERKAIT: