Bursa Asia Mixed, Investor Pantau Inflasi Australia dan Data Tenaga Kerja AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 07 Januari 2026, 09:06 WIB
Bursa Asia Mixed, Investor Pantau Inflasi Australia dan Data Tenaga Kerja AS
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Bursa saham Asia dibuka bervariasi pagi ini, Rabu 7 Januari 2026,mencoba merespons rekor tertinggi Wall Street (Dow Jones) dan STOXX 600 Eropa. 

Investor saat ini bersikap waspada menantikan rilis data tenaga kerja AS dan Indeks Harga Konsumen (IHK) Australia.

Di Australia, indeks ASX 200 menguat 0,32 persen ke level 8.711. Pasar merespons proyeksi inflasi tahunan dari Citi yang diperkirakan berada di angka 3,6 persen.

Di Korea Selatan, Kospi) melonjak signifikan di awal sesi dan bertahan naik 0,57 persen ke level 4.551,22. Sebaliknya, indeks Kosdaq turun tipis 0,12 persen.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 dan Topix bergerak kontra arus dengan penurunan. Nikkei melemah 0,43 persen ke level 52.290,32, sementara Topix melorot 0,63 persen.

Di Indonesia Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan masih berpotensi melanjutkan kenaikan terbatas setelah mencetak rekor All Time High (ATH) di 8.933 kemarin. 

Potensi penguatan didorong oleh reli saham pertambangan metal dan net buy asing, meski risiko koreksi akibat profit taking mulai meningkat. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA