CEO Honor, James Li Jian, meluncurkan inisiatif yang dijuluki Alpha Plan tersebut pada Minggu 2 Maret 2025, dengan maksud mengubah perusahaannya menjadi penyedia solusi AI sepenuhnya, dengan visi membangun lebih banyak perangkat di luar ponsel pintar dan laptop, termasuk robotika.
"Rencana tersebut dimulai dengan pengembangan ponsel cerdas yang akan merevolusi interaksi manusia-ke-perangkat," kata Li, menjelang pameran dagang Mobile World Congress di Barcelona, seperti dikutip dari
Nikkei Asia.Li juga mengumumkan bahwa perusahaan telah memperdalam kolaborasi dengan pembuat chip seluler terkemuka Qualcomm dan selanjutnya mengintegrasikan model AI Gemini Google ke dalam antarmuka pengguna dan perangkat Honor.
Honor, yang sebelumnya merupakan unit ponsel murah Huawei, dipisahkan pada tahun 2020 setelah perusahaan teknologi Tiongkok itu terkena kontrol perdagangan AS.
BERITA TERKAIT: