Pemerintah China pada akhir pekan lalu merilis data indeks manajer pembelian (PCE) resmi untuk November 2024. PMI manufaktur mencapai 50,3 sebagai level tertinggi sejak April 2024, mengalahkan 50,2 yang diharapkan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters. PMI manufaktur mencapai 50,1 pada Oktober 2024.
PMI non manufaktur China turun ke 50,0 dari 50,2 pada bulan sebelumnya, sementara PMI gabungan tetap stabil di 50,8. Data yang lebih tinggi dari 50 menunjukkan ekspansi aktivitas, sementara angka di bawah itu menunjukkan kontraksi.
Dikutip dari
CNBC, indeks acuan Jepang Nikkei 225 naik 0,33 persen, sementara indeks Topix naik 0,77 persen.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,85 persen, dan indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 1,26 persen.
Pada hari Senin, angka PMI manufaktur dari S&P Global akan dirilis untuk ekonomi di seluruh Asia, termasuk survei PMI Caixin untuk Tiongkok.
Australia akan mengumumkan penjualan eceran untuk kuartal keempat, sementara Indonesia akan mengungkapkan angka inflasi untuk bulan November.
BERITA TERKAIT: