Pelemahan ini juga mendorong kekhawatiran atas pemulihan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Hari ini, Tiongkok sedang merayakan Single Day. Bank asal Belanda, ING, mengatakan bahwa Single Day dapat akan menunjukkan bagaimana konsumsi di Tiongkok berjalan. Sebab, pada saat memperingati Single Day, orang-orang yang masih sendiri akan memanjakan diri dengan jalan-jalan dan membeli banyak hadiah.
Ini akan menjadi hari belanja online terbesar, dengan alasan self reward.
Saat ini, tingkat inflasi Tiongkok turun menjadi 0,3 persen, tidak sesuai dengan ekspektasi sebesar 0,4 persen dan juga lebih rendah dari 0,4 persen yang terlihat pada September.
Inflasi turun untuk bulan kedua berturut-turut dan turun ke level terendah dalam empat bulan, menurut data LSEG.
Dikutip dari CNBC, kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 20.265, menunjukkan pembukaan yang lebih lemah dibandingkan dengan penutupan HSI di level 20.728,19.
Indeks acuan Jepang, Nikkei 225 naik 0,12 persen, sementara indeks Topix naik 0,30 persen.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,57 persen, dan indeks Kosdaq berkapitalisasi kecil turun 0,58 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia mengawali hari dengan penurunan 0,26 persen.
BERITA TERKAIT: