Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Reuters terhadap para ekonom selama 31 Mei - 5 Juni kemarin, sebagian besar para pengamat memperkirakan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pertamanya pada September tahun ini.
"Sebanyak 74 dari 116 ekonom memperkirakan pemotongan pertama suku bunga The Fed ke kisaran 5,00 persen-5,25 persen akan terjadi pada September 2024," tulis Reuters dalam laporan hasil surveinya, dikutip Kamis (6/6).
Meski demikian, beberapa ekonom lainnya juga memperkirakan The Fed hanya akan menurunkan suku bunganya satu kali tahun ini, yaitu pada Juli mendatang, atau bahkan tidak melakukan pemangkasan sama sekali.
"Sekitar 60 persen peserta jajak pendapat memperkirakan dua pemangkasan tahun ini. 28 persen ekonom yang disurvei memproteksikan satu kali penurunan atau tidak sama sekali. Sisanya mengharapkan lebih dari dua pemotongan," sambung Reuters.
Jajak pendapat yang dilakukan Reuters itu menunjukan adanya keoptimisan dari para ekonom terhadap kebijakan Bank Sentral AS itu.
Namun, para pejabat The Fed sendiri diketahui telah berulang kali memberi sinyal bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru dalam menurunkan suku bunga acuannya.
Hal tersebut lantaran inflasi AS yang dianggap masih sangat tinggi, yang diperparah dengan angka pengangguran tinggi, sehingga membuat kemungkinan penurunan suku bunga The Fed masih terbilang kecil.
The Fed masih terus menahan suku bunga acuannya di level 5,25 persen - 5,50 persen, dan belum memangkas kebijakan itu dari awal tahun ini.
BERITA TERKAIT: