“Rute manajemennya payah. Seharusnya direktur operasi dipilih yang lebih canggih, bukan asal-asalan. Begitu juga dengan direktur niaga,†ujar Rizal dalam konferensi pers di Jalan Tebet Barat Dalam IV, Jakarta, Senin (25/6).
Kata dia, Garuda Indonesia yang seharusnya maskapai premium kini malah bercampur dengan strategi low cost carrier.
“Kan sudah ada anak perusahaannya, Citilink. Jadi urusan low cost carrier itu urusan Citilink, enggak usah lagi Garuda ikutan,†sesal Rizal.
Akibat pemasaran yang salah, reputasi Garuda menurun di level internasional. Padahal selama ini Garuda cukup disegani karena reputasi keamanan yang tinggi dan memiliki kualitas pelayanan terbaik.
“Saya naik Lufthansa, pilot dari Jerman waktu pas landing jebret, jebret, enggak bagus. Tapi kalau Garuda halus sama sekali landing-nya,†ungkap Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu.
Cara-cara pemasaran Garuda yang mengumbar diskon tiket malah makin menghancurkan citra penerbangan premium yang dimiliki Garuda.
“Itu cara-cara norak yang dilakukan oleh kelas direktur, jelas makin membuat brand Garuda semakin luntur,†pungkasnya.
[ald]