Kinerja Investasi RI Tertinggal Di ASEAN

Senasib Dengan Ekspor

Minggu, 04 Februari 2018, 09:43 WIB
Kinerja Investasi RI Tertinggal Di ASEAN
Foto/Net
rmol news logo Kepala Badan Koordi­nasi dan Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong memberikan dukungan moral kepada jajaran Ke­menterian Perdagangan (Kemendag) untuk men­dorong kinerja ekspor. Menurutnya, pertumbuhan investasi Indonesia, juga tertinggal dari Malaysia, Thailand dan Vietnam. Meskipun dari sisi nilai, capaiannya cukup baik.

"Kita satu perahu, Ibu Bapak (jajaran Kemendag) jangan kecil hati. Secara nominal memang capaian investasi masih dibilang baik dengan besaran 25 sampai 30 miliar dolar AS per tahun. Tapi pertumbuhannya terbilang minim dan mengkhawatirkan," kata Lembong dalam Ra­pat Kerja Kemendag, di Hotel Borobudur Jakarta, kemarin.

Dia mengutip data in­vestasi 2015-2016, India mencatat pertumbuhan Foreign Direct Investment (FDI) 13 persen dalam seta­hun, Filipina 38 persen da­lam setahun dan Malaysia tumbuh 51 persen.

Menurut Lembong, jika dilihat dari nilai, sebenarnya seperti Filipina tidak besar, hanya sebesar 5 miliar dolar AS, semen­tara Indonesia nilai nomi­nal investasi sebesar 25 miliar dolar AS. Tapi pertumbuhan mereka cukup tinggi.

Alih-alih pertumbuhan meningkat, Lembong mengungkapkan, pada 2016 Penanaman Modal Asing (PMA) Indonesia turun, minus 1,1 persen dibandingkan tahun sebe­lumnya.

"Kenapa ini nggak kelihat, karena yang di­publikasikannya angka. Rupiahnya. Itu terjadi karena di 2016 rupiah me­lemah 10 persen, sehingga PMA turun," ujarnya.

Selain pelemahan rupiah, lanjut Lembong, rendahnya PMA di Indonesia kala itu dipengaruhi oleh pertum­buhan ekonomi global. Namun Indonesia tertolong kondisi ekonomi tahun lalu yang cukup stabil.

Lembong menuturkan, investasi asing di Indonesia mulai membaik pada 2017. Tren investasi mulai menunjukkan tren positif meski masih di bawah negara-negara ASEAN.

"Tercatat penanaman modal asing di Indonesia tembus 11 persen. Ini ber­kat upaya deregulasi dan perbaikan iklim investasi yang dilakukan pemerin­tah," ungkapnya.

Lembong mengungkap­kan, realisasi investasi Pe­nanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan PMA sepanjang tahun 2017 me­nembus angka Rp 692,8 triliun. Jumlah tersebut melampaui target realisasi investasi PMDN dan PMA tahun 2017 sebesar Rp 678,8 triliun.

Melihat hasil tersebut, Lembong optimistis dapat mencapai target realisasi investasi tahun 2018 yang telah ditetapkan oleh pe­merintah sebesar Rp 765,0 triliun.

Dia menambahkan, untuk mempercepat realisasi investasi proyek-proyek PMA/PMDN, di berbagai kementerian terkait, Pe­merintah Provinsi dan Pe­merintah Kabupaten/Kota telah membentuk Satuan Tugas sebagai implemen­tasi Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelak­sanaan Berusaha, yang berfungsi antara lain akan membantu mencari solusi permasalahan yang dihadapi oleh investor dalam merealisasikan investasinya. ***

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA