Sebelumnya, anak usaha PT Wijaya Karya/Wika (Persero) Tbk mau menggelar IPO pada semester II/2017, karena ada rencana pembentukan holding sektor properti, rencana IPO tersebut ditunda hingga 2018.
Direktur Keuangan Antonius Steve Kosasih menjelaskan, pihaknya akan menunggu lebih dulu kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian BUMN terkait pembentukan holding BUMN di sektor properti.
"IPO kita tunda dulu karena ada rencana Kementerian BUMN nanti dibentuk sub holding. Salah satunya sub holding realty. Apabila rencana IPO tidak dapat terealisasi tahun ini, maka Wika Realty akan menjadi perusahaan publik palÂing lambat pada kuartal I tahun depan," ujar Steve di Jakarta.
Menurut Steve, Sebagai peruÂsahaan pelat merah, Wika akan mendukung keputusan apapun yang dikeluarkan Kementerian BUMN soal holding. Sementara itu, untuk rencana IPO dari PT Wika Gedung, ia mengatakan tidak ada perubahan. Jika tidak ada aral melintang, maka anak usaha yang bergerak pada konÂstruksi gedung ini dapat menjadi anggota Bursa Efek Indonesia pada akhir tahun.
Steve mengatakan, Saat ini, pihakya juga masih menunggu kepuÂtusan empat sekuritas yang melakuÂkan kajian IPO Wika Realty.
"Jadi kami sedang menunggu keputusan dari Kementerian BUMN, karena sebetulnya kita juga sudah siap IPO. Kalau meÂmang dibutuhkan sehingga menÂjadi booster dan membantu agar subholding bisa terwujud maka kami siap saja," terang dia.
Terkait rencana Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) yang akan diterbitkan perseroan sebesar Rp 5 triliun, akan melihat kondisi pasar dalam negeri terÂlebih dahulu.
Adapun alasan Perseroan menerbitkan obligasi karena mengincar pembiayaan jangka panjang. "Sebab kalau pembiÂayaan jangka pendek semurah apa pun itu bunganya, pasti akan kejar-kejaran dengan
cash flow," tegas Steve. ***
BERITA TERKAIT: