Hal itu ditunjukkan dengan munculnya beberapa spanduk yang bertebaran di seputaran pelabuhan JICT dan Pelindo II Tanjung Priok.
Salah satu spanduk berisi kekesalan warga sekitar pelabuhana adanya aksi mogok SP JICT. Spanduk yang mengatasnamakan warga kecamatan Tanjung Priok dan kecamatan Koja, Jakarta Utara itu meminta agar pihak berwenang menindak tegas aksi mogok SP JICT karena dianggap mengganggu aktivitas ekonomi.
"Spanduk itu sudah ada sejak dini hari tadi. Ada beberapa orang yang memasang, namun saya tidak kenal," kata Edi, warga Lagoa, Kecamatan Koja, Jumat (4/8).
Ia pribadi tak keberatan dengan adanya spanduk-spanduk itu karena aksi SP JICT seringkali membuat kegiatan pelabuhan.
"Dikit-dikit demo, mogok, banyak warga cari nafkahnya di dalam terganggu, belum lagi macet dari demo mereka," tuturnya.
Hal senada dituturkan Teguh, warga kecamatan Cilincing.
"Saya setuju sama spanduk itu, mereka itu karyawan JICT denger-denger kan upahnya sudah sangat tinggi, apalagi yang mau dicari, kalau serakah sih nggak ada habisnya. Saya buruh harian lepas yang cari nafkah disana gak suka terganggu gara-gara perilaku serakah itu, upah kami harian pak, " ucapnya.
"Saya sulit cari kerja yang sesuai dan berpenghasilan besar, kalau memang mereka itu pekerja tak nyaman lagi bekerja di JICT saya siap gantikan, sudah mapan kok masih kurang," cetus Amar, warga Koja lulusan S1.
[wid]
BERITA TERKAIT: