Deklarasi bertajuk "Pelabuhan Rumah Kita, Mari Jaga Bersama" itu diselenggarakan oleh Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia (SPPI) Bersatu, SPTPS dan sejumlah organisasi lainnya.
Ketua Harian FSP BUMN Bersatu Djusman H Umar mengatakan, deklarasi DBPI bertujuan untuk menjadikan pelabuhan bukan sekadar tempat bekerja, tetapi merupakan rumah besar bagi jutaan pekerja maritim yang menjaga pintu gerbang utama aktivitas ekonomi Indonesia.
"Pembentukan Dewan Buruh Pelabuhan Indonesia ini sejalan dengan prinsip-prinsip Asta Cita yang menuju transformasi SDM, penguatan ekonomi, dan modernisasi infrastruktur," kata Djusman.
Menurut Djusman, DPBI akan menyelaraskan kerja-kerja organisasi dengan prinsip-prinsip Asta Cita melalui peningkatan kompetensi buruh, modernisasi operasional pelabuhan, dan peningkatan standar keselamatan serta profesionalisme kerja.
"Pelabuhan yang aman, ekonomis, efisien, dan produktif hanya dapat terwujud bila seluruh stakeholder pelabuhan saling menjaga dan memperkuat satu sama lain," kata Djusman.
Ketua Umum SPPI Bersatu Dodi Nurdiana menambahkan, walaupun kegiatan deklarasi pembetukan DBPI di bawah tenda tapi semangat juangnya luar biasa besar.
"Yang paling utama adalah kemajuan negara, kemajuan pelabuhan, dan tentu kesejahteraan untuk kita semua," kata Dodi.
Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto dan Ketua Umum FSP BUMN Bersatu Arief Poyuono.
BERITA TERKAIT: