Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPP KSPI), Rudi Prayitno mengapresiasi aksi mogok kerja SP JICT.
Walau begitu Rudi mengingatkan, harus tetap profesional dan waspada serta menjaga jangan sampai aspirasi yang murni itu terlena ditunggangi kepentingan politik tertentu.
Kewaspadaan itu, menurut Rudi, harus menjadi prioritas pekerja.
"Pekerja harus cerdas apabila berunjuk rasa. Artinya, lebih mengedepankan rasionalitas. Saya sangat menghargai apa yang teman-teman lakukan pada hari ini untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Bentuk solidaritas ini perlu kita apresiasi," kata Rudi dikonfirmasi, di Jakarta.
Rudi juga menegaskan, perjuangan serikat pekerja adalah memperjuangkan kesejahteraan anggota yang dituangkan dalam perjanjian kerjasama (PKB).
"Artinya apakah perusahaan menjalankan dengan benar atau tidak," kata Rudi, menekankan.
Sikap yang diambil perusahaan betul-betul berpihak kepada pekerja atau tidak. Sebagaimana yang biasa terjadi perselisihan antara pekerja dan perusahaan, menurut dia, PT JITC selayaknya memberikan bonus atau insentif secara layak kepada pekerjanya.
Sebaliknya, Rudi yang aktivis senior serikat pekerja mengaku selalu menekankan kepada para pekerja untuk turut menjaga kelangsungan usaha, agar perekonomian negara ini tidak terganggu.
"Sebab, pekerja itu juga ikut punya tanggung jawab besar menjaga stabilitas perekonomian di negeri tercinta Indonesia," jelasnya.
Ditanya anggapan aksi mogok SP JICT ditunggangi kepentingan politik tertentu, Rudi tidak mau gegabah berkomentar. "Siapapun bisa memanfaatkan momentum ini, jika pekerja tidak waspada," kata Rudi, diplomatis.
Sementara itu, puluhan pekerja lainnya terlihat santai ngobrol sambil tidur-tiduran di koridor masjid samping kantor.
"Yang istirahat di masjid ini, sebenarnya sudah ada sejak tadi malam sudah ada. Tapi, jelang subuh sudah diusir pihak keamanan manajemen untuk tidak istirahat di masjid,†kata salah seorang pendemo sembari tidur-tiduran di lantai masjid.
Suasana koridor masjid terlihat ramai sejak pukul 10.00 WIB pagi tadi. Bahkan, pekerja juga sempat mendengarkan ceramah seorang ustadz dari Jakarta pasca salat Dhuhur. Penceramah ini sengaja diundang pihak manajemen perusahaan.
[wid]
BERITA TERKAIT: