Sertifikasi ISPO Sulit Diterima Pasar Eropa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 18 April 2017, 20:24 WIB
Sertifikasi ISPO Sulit Diterima Pasar Eropa
Net
rmol news logo Pemerintah diminta jangan hanya mengandalkan sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dalam mempromosikan produksi kelapa sawit ke kawasan Eropa. Penggunaan ISPO dinilai lebih baik sebagai awalan dalam perundingan perdagangan CEPA.

"ISPO memang menjadi tantangan. Namun walaupun ISPO ini sudah diperkuat, saya menduga tidak mudah diterima oleh pasar Eropa," ungkap Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (18/4).

Terkait Resolusi Parlemen Eropa yang menyatakan bahwa perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu penyebab deforistasi dunia, menurut Joko, hal itu tidak ada kaitan sama sekali dengan hubungan bisnis antar negara.

"Kami sebagai produsen juga aktif melakukan komunikasi dengan Eropa, di kalangan bisnis community tidak ada masalah. Ini masalah di luar bisnisnya. Bahkan GAPKI telah tergabung pada Eroupean Palm Oil Alliance, dan ini tugasnya melakukan campaign di Eropa," paparnya.

Pemerintah juga diminta untuk tidak menurunkan produksi minyak nabati. Karena sebagai penguasa pasar, Indonesia harus tetap mempertahankannya.

"Secara global, minyak nabati akan tetap tumbuh demand-nya. Oleh karena itu, Indonesia sebagai market leader jangan menurunkan produksinya," pungkas Joko. [wah] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA