Khususnya, saat mendengar pengakuan petani bahwa adanya tengkulak yang membeli hasil gabah senilai Rp 3.200. Padahal Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dari petani adalah Rp 3.700.
"Ini tidak bisa dibiarkan. Penyuluh, Babinsa, Danramil, Bupati semua ada di sini. Tolong disosialisasikan kepada petani. Kalau harga di bawah HPP, jual saja ke Bulog," kata Amran.
Saat ini, kadar air gabah di lokasi tersebut dicek, menunjukkan angka 25 persen. Sehingga, Amran meminta Bulog membeli semua gabah tersebut seharga Rp 3.700.
"Pak Bupati, tolong ya disampaikan kepada kepala desanya. Kirim mereka surat kalau harga di bawah Rp 3.700, alihkan ke Bulog," tegas Amran.
Amran juga mengkalkulasikan kerugian petani akibat pembelian yang tak sesuai harga. Dijelaskan, ada selisih Rp 500 kerugian pada petani.
Sedangkan, hamparan lahan pertanian di Kecamatan Pituruh terdapat 2.487 hektar. Jika dihitung dengan minimal panen setahun sekali, maka kerugian mencapai ratusan miliar per tahun.
"Jadi, dua, tiga hari ke depan, saya tidak ingin ada petani mengeluh harga gabah dibeli di bawah harga Rp 3.700. Babinsa, penyuluh, tolong petani kita ini semua dikawal dengan baik," demikian Amran.
Kunjungan tersebut merupakan safari Amran meninjau panen raya untuk mengecek langsung harga beli gabah petani dan penyerapannya.
[wid]
BERITA TERKAIT: