Tokoh Papua yang membela Freeport, Michael Manufandu, mengungkapkan, PTFI sudah menyiapkan dana besar untuk membangun fasilitas pengolahan hasil tambang.
"Pembangunan smelter disetujui oleh Freeport. Karena itu Freeport menganggarkan dana sekitar 2,73 miliar dolar AS untuk membangun smelter," ungkapnya dalam diskusi bertajuk "Republik Freeport" di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2).
Bahkan, calon lokasinya di provinsi Papua. Setahunya, PTFI juga telah membuat perjanjian dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Papua untuk menyewa lahan mereka selama 30 tahun ke depan sebagai lokasi smelter.
"Sudah ada studi kelayakan, dananya sudah disediakan, kontraktor yang mengerjakan juga ada," imbuhnya.
Meski demikian, ia akui bahwa saat ini perusahaan asal Amerika Serikat itu tengah mempertimbangkan untung rugi kelanjutan pembangunan smelter karena aturan baru yang dikeluarkan pemerintah saat ini.
"Mereka mempertimbangkan kalau ini dilanjutkan. Karena perubahan kekuasaan, mereka bisa mendapatkan rugi," bebernya.
[ald]
BERITA TERKAIT: