Menurutnya, salah satu cara yang tepat untuk mengatasi masalah ketimpangan di Indonesia adalah patuh membayar pajak sehingga pemerintah dapat membiayai berbagai program pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Menurut mantan Managing Director World Bank ini, pajak bisa menjadi instrumen efektif untuk mengatasi ketimpangan dengan
progressive rate dan
ability to collect.
"Gimana caranya? Hal penting dalam mengatasi ketimpangan melalui pajak adalah memastikan orang-orang tidak bersembunyi di lokasi-lokasi 'tax heaven', kata Sri Mulyani dalam peluncuran Laporan Ketimpangan Menuju Indonesia Setara di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (23/2).
Ia mengungkapkan, negara harus melakukan investasi besar-besaran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program-program seperti akses pendidikan dan kesehatan untuk seluruh rakyat memerlukan biaya besar, dan itu diperoleh dari pajak.
Karena itulah dia mengajak para pengusaha memenuhi kewajibannya membayar pajak.
"Kalau kita ingin 250 juta penduduk jadi aset, bukan
liability, kita harus investasi. Kalau rakyat tidak dapat akses pendidikan dan kesehatan yang baik, akan jadi liability. Ini serius, saya ingin dapat dukungan dari Anda semua," tegasnya.
Bu Menteri yang akrab disapa Ani mengatakan bahwa masih banyak warga negara yang belum memenuhi kewajibannya membayar pajak. Oleh sebab itu, Kementerian Keuangan tengah berusaha mengejar pajak ujung-ujungnya demi kemakmuran rakyat.
"Maka dari itu kami mengimbau kepada masyarakat turut andik dalam memberantas ketimpangan ini salah satunya dengan tertib membayar pajak," pungkasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: