Direktur Utama PP Properti, Taufik Hidayat mengatakan, stock split PPRO akan mendorong likuiditas perdagangan saÂham perusahaan di pasar modal. Hal ini sekaligus memperkuat aksi rights issue dengan menÂdorong harga saham perseroan ke harga wajar yang ditetapkan analis sebesar Rp 1.420 per saham.
"Kami merencanakan
rights issue dengan target dana senilai Rp 1,5 triliun yang digunakan untuk ekspansi dan tambahan belanja modal," ujarnya, di JaÂkarta, Jumat (27/1).
Kini, saham beredar PPRO mencapai 14,04 miliar lemÂbar saham dengan saham yang kini dimiliki publik mencaÂpai 4,91 miliar lembar saham. Menurutnya, right issue menjadi salah satu sumber pendanaan yang perlu dilakukan tahun ini karena perseroan menyiapkan belanja modal mencapai Rp 1,90 triliun.
"Capex akan digunakan untuk melanjutkan rencana ekspansi proyek existing dan sejumlah proyek baru," katanya. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), perseÂroan tidak hanya membahas persetujuan melakukan aksi korporasi saja.
Dalam RUPSLB tersebut, katanya, ada agenda lainnya yakni meminta persetujuan untuk mengubah anggaran dasar perseroan dan persetujuan PeÂrubahan Pengurus Perseroan yakni penambahan dua orang komisaris.
"Kami mengusulkan dua calon komisaris yakni Lukman HiÂdayat dan Kelik Wirawan Wahyu Widodo," tandasnya. ***
BERITA TERKAIT: