Hal tersebut disampaikan Mentan pada acara Rakor Pangan Jawa Timur dengan tema Upsus Pajale Wujudkan Kedaulatan Pangan Dan Kesejahteraan Petani†di Balai Prajurit Makodam V/Brawijaya Surabaya Jawa Timur Kamis (16/1). Hadir Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, Pangdam V/Brawijaya I Made Sukadana, Staf ahli Kasad Brigjen TNI Afifudin, Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Rahmad Pribadi, para Danrem, para Dandim, bupati/walikota dan petani se-Jatim.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan pun menyampaikan apresiasi kepada kepala Badan Urusan Logistik Jatim karena sudah berhasil menjadi salah satu penyumbang terbesar hasil pertanian hingga 2 juta ton.
"Tidak sia-sia telah memberikan bantuan ke Provinsi Jawa Timur karena tercermin bahwa impor turun sampai 100 persen, ini hanya terjadi di Jawa Timur," pujinya.
"Ada Delegasi dari negara Vietnam dan Thailand menanyakan apa yang telah dilakukan di Indonesia hingga bisa mengekspor beras organik ke Amerika, sedangkan luas tanah dan sekolah pertanian di Indonesia tidak bertambah," lanjut Mentan Amran.
Lebih lanjut Amran mengatakan, keberhasilan dalam meningkatkan produksi pertanian di Indonesia tidak lepas dari keterlibatan TNI AD, dalam hal ini Komando kewilayahan (Kowil) mulai dari Kodam, Korem, Kodim, Koramil dan Babinsa.
"Personel Komando Kewilayahan yang selalu memberikan pendampingan dan penyuluhan pertanian langsung kepada petani, memperlancar dan mengawasi penyaluran pupuk dan benih kepada para petani desa binaan masing-masing di daerah," tambahnya.
Amran juga menerangkan, harga cabai rawit pernah melambung sampai 100 ribu per kilo gram. Namun, imbuh dia, cabai bukan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia.
"Kalau cabai tidak ada Insya Allah manusia masih bisa bertahan agak lama tanpa makan cabe, tetapi kalau beras tidak ada, masyarakat Indonesia tidak bisa bertahan 10 hari,†ucapnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: