"Untuk mencukupi protein yang dibutuhkan tubuh tidak hanya dari sapi. Tapi juga bisa berasal dari hewan lain seperti kelinci, kambing, domba, ikan, unggas, susu, dan telor. Jika ini dapat didorong, maka swasemÂbada protein hewani dapat kita raih sesuai yang kita harapÂkan," kata Ketut saat mengÂhadiri pengukuhan pengurus Masyarakat Kelinci Indonesia (MAKINDO) se-kabupaten/ kota di Provinsi Jawa Timur, kemarin.
Ketut menuturkan, IndoneÂsia memiliki sumber daya yang besar untuk mengembangkan produk hewani. Selain itu, Indonesia juga memiliki poÂtensi pasar besar karena banÂyak masyarakat yang belum mendapat asupan protein heÂwani yang cukup.
Dia mengungkapkan, pengembangan sumber pangan sangat penting. Sebab, kebuÂtuhan pangan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk. Selain itu, saat ini tantangan untuk mengembangÂkannya semakin tidak mudah karena kompetisi pemanfaatan sumber daya semakin ketat.
Oleh karena itu, Ketut menÂgapresiasi pengembangan peÂternakan kelinci yang dilakukan di Batu, Jawa Timur. "Saya mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada Walikota Batu, khususnya yang menjadikan kelinci sebagai model inteÂgrated farming," katanya.
Di tempat yang sama, WaÂlikota Batu Eddy Rumpoko berharap, dukungan yang diberikan pemerintah mampu meningkatkan motivasi bagi peternak kelinci untuk terus mengembangkan usahanya.
"Kita harapkan tidak hanya produksi, tetapi juga melakuÂkan promosi dan memberikan motivasi bagi para pemain baru di dunia perkelincian," ujar Eddy. ***
BERITA TERKAIT: