"Jika ada anggota kami yang menelantarkan jemaah maka sanksi hukum akan diberikan," ujar Ketua Umum Pratama Andhika Surachman Siregar di Jakarta, kemarin.
Untuk meningkatkan pelayanÂan, kata bos travel First Travel ini, Pratama akan memberikan pembiÂnaan, pelayanan dan perlindungan bagi para anggotanya. Langkah ini untuk meningkatkan kualitas usaha travel serta memberikan pelayanan kepada jamaah.
"Kita perlu bekerja sama denÂgan pelaku usaha dan juga KeÂmenterian Agama (Kemendag) untuk menangani berbagai perÂsoalan yang dihadapi para pelaku industri jasa ini," ujarnya.
Andhika mengakui, selama ini perkembangan industri travel umroh dan haji belum semuanya terkelola dengan baik. Dia berÂharap, dengan adanya Pratama bisa memperbaiki industri travel umroh dan haji.
"Pratama tidak akan melakuÂkan pungutan-pungutan yang tidak jelas dan memberatkan anggota. Justru kita akan bantu jika ada anggota yang kesulitan finansial," katanya.
Dia juga mengapresiasi langÂkah Kemenag upaya KementeÂrian Agama untuk mengevaluasi agen travel umroh dan haji harus diapresiasi. "Proses evaluasi dapat dilakukan secara bertaÂhap, berkesinambungan dan berkelanjutan," ucapnya.
Untuk mewujudkan kondisi biro travel yang sehat, salah satu ditawarkan Pratama yaitu proses penerbitan visa. Andhika berjanji, asosiasi yang dipimpinÂnya bisa melakukan proses penerbitan visa oleh agen travel (
provider). "Kami berupaya akan menambah provider di organisasi. Tinggal birokrasinya dipermudah," ucap dia.
Ketua Dewan Pembina PrataÂma Yusnar Yusuf berjanji, akan mengawasi para anggota PrataÂma. Ada beberapa variabel penÂgawasan, di antaranya dokumen legal perusahaan, pelayanan, dan tiket pemberangkatan.
Meski begitu, yang terpenting bagi jemaah yaitu diberikannya pendampingan ibadah. "Untuk itu, perlu pengawas syariah yang memberikan manasik. Sehingga dapat menumbuhkan kembali ibadah," jelas Yusnar.
Bendahara Umum Asosiasi Umroh dan Haji KementeÂrian Agama Ali Umasugi menÂyarankan anggota dari Pratama memberikan pelayanan maksiÂmal kepada jamaah.
Calon jamaah umroh juga mesti berhati-hati dalam memiÂlih travel umroh dan haji.
Ali menyarankan, sebelum daftar harus cek dulu legalitas dan kualitas biro perjalanan. Bisa cek di
www.haji-kemenag.go.iD. "Di situs Kementerian Agama, calon jemaah bisa mengecek legalitas biro perjalanan yang menyediaÂkan haji dan umroh," katanya.
Jika biro perjalanan tak munÂcul pada situs Kemenag, kata Ali, jamaah harus curiga. Calon jeÂmaah diminta jangan ambil risiko dengan memilih travel yang tak memiliki izin. Salah satu kasus penipuan calon jamaah umroh dan haji yang lumroh terjadi adalah tak disediakannya tiket pulang ke Tanah Air.
"Lihat dulu (biro perjalananÂnya), sudah pernah gagal belum berangkatkan jemaah. Dari sana itu bisa lihat reputasinya," tamÂbahnya. ***
BERITA TERKAIT: