Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh Kornas Gempita diwakili Dadang; Ketua DPRD Ciamis, Nanang), dan Imron dari Litbang dan pengembangan SDM Gempita Jabar.
"Gempita bukan LSM, ormas melainkan pelembagaan dan operasionalisasi program pemerintah capai swasembada jagung, dalam hal ini menteri pertanian yang diwujudkan melalui gerakan pemuda tani," jelas Dadang pada sesi orasi pembukaan acara pelantikan.
Lanjut Dadang, tujuan final yang ditargetkan oleh Gempita yaitu terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan pemuda tani.
Untuk menggapai tujuan tersebut dimulai dengan program penanaman jagung di atas lahan seluas 25 ribu hektar dengan memanfaatkan lahan tidur yang tersebar di tiap kabupaten di Jabar.
"Jagung menjadi komoditi terpilih karena sifatnya yang mudah dibudidayakan, masa tanam yang relatif singkat, sekitar tiga bulan dan mampu memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan pemuda," kata Ketua Gempita Jabar, Ogi 'Sos'.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana menjelaskan, diperlukan adanya penerapan teknologi pertanian membantu 100 alat tanam jagung untuk menyuksekan program swasembada jagung 2017.
"Lahan-lahan tidur yang berstatus HGU tidak bisa tidak, harus dikelola menjadi lahan efektif untuk kepentingan pertanian," tambah Dadang.
Sementara Imron menegaskan, Indonesia butuh kedaulatan pangan.
"Negara yang berdaulat adalah negara yang pangannya berdaulat," demikian Imron.
[wid]
BERITA TERKAIT: