Divestekno Anugerah vendor pendukung produksi dan penyedia
spare part, supporting IT dan peralatan material
safety di industri pendukung migas mengaku siap mengikuti aturan yang ditetapkan negara.
"Kami sebagai industri jasa pendukung siap mengikuti segala keputusan yang ditetapkan," ujar Direktur Utama Divestekno Anugerah, Dianto Wahyudi melalui pers rilis kepada redaksi.
Seperti diketahui anjloknya harga minyak dunia berimbas ke berbagai sektor, tidak hanya berdampak ke kontraktor minyak dan gas bumi (migas). Jasa-jasa pendukung operasional migas juga merasakan dampaknya. Industri pendukung ini mulai sepi order, karena tidak ada kontraktor yang melakukan kegiatan, baik ekplorasi maupun produksi.
Namun, perseroan ini mampu bertahan dan dilirik oleh sebuah perusahaan investasi hingga akhirnya mampu melipatgandakan omsetnya sampai 300 persen.
Menurut Dianto, terjun ke dalam sektor migas sebagai vendor penyedia system integration, persaingannya terbilang ketat.
"Kompetitor kami adalah perusahaan-perusahaan besar yang sudah mapan secara sistem, omset dan modal. Terjadinya penurunan harga minyak tentu berimbas pada omset kami yang 80 persen berasal dari jasa pendukung operasional migas. Kami pun terpaksa merestrukturisasi perusahaan dan memangkas
cost-cost besar. Untuk dapat
survive, kami menjual apa saja yang bisa dijual," beber Dianto.
Divestekno Anugerah pun kini banting setir menjadi vendor pendukung produksi hingga akhirnya dilirik oleh Investa Stellar Dana Kelola (ISDK), sebuah perusahaan private equity milik Grup Investa dari Indonesia dan kini menjadi distributor ekslusif bahan pembersih tangki minyak diseluruh Indonesia serta menjadi partner untuk wilayah Indonesia oleh Grainger, perusahaan pembuat
safety tools khusus migas.
[wid]
BERITA TERKAIT: