Pemerintah Harus Terus Tingkatkan Sektor Perkebunan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 17 Juli 2016, 14:30 WIB
Pemerintah Harus Terus Tingkatkan Sektor Perkebunan
net
rmol news logo Pemerintah diminta terus memperhatikan komoditas perkebunan ke depan, mengingat sektor ini telah menyumbang devisa besar dan melebihi minyak dan gas.

Menurut Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir, perkebunan akan tetap menjadi sektor yang prospektif.

"Hanya perlu perlu perhatian pemerintah mengingat sebagian besar merupakan perkebunan rakyat," katanya di Jakarta, Minggu (17/7).

Dia mencontohkan, industri kelapa sawit sekitar 45 persennya dikuasai oleh petani mandiri, tanaman kakao dan kopi yang hampir 95 persen juga dikuasai petani mandiri. Begitu juga pada tanaman teh, tebu dan lainnya rata-rata lebih dari 50 persen dikuasai oleh petani.

Artinya dengan luas areal perkebunan yang rata-rata dikuasai oleh petani mandiri tapi tetap bisa memeberikan sumbangan kepada negara, maka sangatlah wajar jika ada permasalahan pada petani perkebunan harus segera diselesaikan.

"Satu diantaranya yaitu rata-rata tanaman perkebunan yang dimiliki oleh petani sudah banyak yang tua dan perlu diremajakan. Kemudian rendahnya produktivitas pada tanaman karena banyak yang terserang hama dan penyakit sehingga perlu dilakukan intensivikasi," jelas Gamal.

Melihat fakta tersebut, Gamal menjabarkan, maka keluarlah beberapa program agar komoditas perkebunan tetap bisa bertahan. Diantaranya yaitu Gernas Kakao di tahun 2009 dan Kakao Berkelanjutan pada tahun 2015 untuk komoditas kakao.
 
"Anggaran yang cukup besar telah dialokasi pemerintah pusat melalui Ditjebun untuk perkebunan kakao. Petani saat ini sudah bisa hasilnya bahkan harganya kini sedang melambung tinggi. Artinya jika tidak ada program tersebut maka masyarakat kehilangan momentum," terang Gamal.

Tidak hanya kakao, pemerintah juga mendorong perbaikan produksi tanaman teh melalui program revitalisasi teh pada tahun 2013 hingga 2015 melalui program Gerakan Penyelamatan Agribisnis Teh Nasional (GPATN) untuk memperbaiki kebun masyarakat. Kemudian dilanjutkan pada tahun 2016 melalui program intensifikasi.

Sementara untuk tebu, dengan alokasi anggaran yang besar untuk peningkatan produksi nasional dalam rangka mencapai swasembara gula. Anggaran tersebut digunakan untuk menambah luas areal dan juga merevitalisasi pabrik gula yang rata-rata sudah cukup tua.

"Apa yang telah kami lakukan adalah untuk memperbaiki tanaman perkebunan rakyat. Dengan tujuan untuk meningkatkan produksi dan mutu," demikian Gamal. [wah]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA