Kemenko Maritim Dorong Industri Perikanan Di Yogyakarta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 23 Juni 2016, 10:56 WIB
rmol news logo Deputi 2 Kemenko Maritim dan Sumber Daya bidang Sumber Daya Alam dan Jasa, Agung Kuswandono meninjau lokasi yang akan dibangun cold storage untuk tempat penyimpanan ikan  di Gedung Pasar Ikan Higienis (PIH) Kota Yogyakarta.
Nantinya di lokasi ini akan dibangun empat kulkas ikan, yang masing-masing bisa menampung 750 kilogram ikan beku.

Agung memastikan, faktor penunjang cold storage seperti pasokan listrik dan aksesibilitasnya berjalan baik.

Selain akan dijadikan tempat cold storage, nantinya di gedung PIH ini akan dijadikan tempat memproduksi fillet ikan laut, sehingga tidak hanya menjual ikan segar tapi juga ikan olahan.

"Pembuatan fillet ini langkah awal, kalau sudah lancar nanti, kita lanjutkan dengan sarden, tepung ikan, nugget ikan. Selama ini sudah ada tapi kan skalanya besar, belum untuk usaha rakyat, nah itu pelan-pelan kita usahakan," ujar Agung di Yogyakarta, Kamis, (23/6).

Agung juga memastikan pasokan listrik dari PLN Jogja sudah tersedia. Cold storage ini sudah memiliki trafo yang telah diperbaharui oleh PLN Kota Yogja, dengan biaya abodemennya mencapai Rp 5 juta per bulan.

Kepada Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Kota Yogja yang ikut meninjau, Agung menyampaikan pesan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli yang ingin mengubah paradigma pengelolaan sumber daya ikan di Indonesia. Pembangunan sarana dan prasarana penunjang kelautan dan perikanan seperti cold storage ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan industri perikanan nasional.

Agung mengatakan, Kemenko Maritim akan mengawal segala urusan pembangunan cold storage, dan siap membantu Pemda Yogyakarta jika butuh koordinasi yang cepat dengan kementerian dan lembaga terkait.

"Kalau butuh mempercepat urusan dengan Kemenkeu, atau PLN Pusat, lapor ke kita, kita koordinator, bisa membantu," ujar Agung.[wid]

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA