Ismed mencontohkan, dalam pengembangan industri pariwisata sebagai alternatif pemasukan negara. Menurut dia, pemerintah selalu menggemborkan pengembangan industri tersebut namun tidak dibarengi dengan kualitas SDM untuk menopangnya
"Saya ingin katakan bagaimana mungkin pemerintah mencanangkan sekian destinasi wisata baru, tapi tidak pernah menyinggung SDM yang menopang itu," kata Ismed dalam acara talkshow polemik di kawasan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (2/4)
Tidak hanya sektor pariwisata. Ismed mengatakan pengembangan industri seperti manufaktur dan lainnya juga mengalami persoalan yang sama. Ketika pemerintah mencoba membangun industri di kawasan baru, lagi-lagi SDM dan regulasi tidak ikut diselaraskan.
"Di Karawang, Bekasi sudah sangat crowded. Makanya banyak yang pindah ke Jawa Tengah. Tapi ada kelemahan juga di Jawa Tengah itu di SDM kita. Ini bagaimana pemerintah mengembangkan SDM kita melalui regulasi yang dibuat," kata Ismed
.[wid]
BERITA TERKAIT: