Perusahaan yang telah berusia 65 tahun itu mencatatkan laba bersih sekitar 9,7 miliar per September tahun 2015 ini. Prestasi yang sangat jarang ditorehkan bagi perusahaan yang hampir kolaps. Selain itu, DL juga telah melakukan penandatangan berbagai kerjasama dengan perusahaan dalam negeri. Salah satunya adalah kerjasama dengan PLN dalam distribusi batu bara di wilayah Sumatera.
Djakarta Lloyd dipercaya pemerintah untuk diusulkan mendapatkan tambahan dana sebesar Rp 350 miliar dalam APBN-P 2015. Direktur Utama PT Djakarta Lloyd (Persero), Arham Sakir Torik menjelaskan, perseroan rencananya akan memakai dana PMN tersebut untuk pengembangan armada dan mengembangkan bisnis yang lebih luas.
"Rencana pengembangan selanjutnya, perusahaan akan memulai transformasi bisnis dari Shipping Line menjadi National Logistics Service Provider," ujar Arham dalam surat elektronik yang dikirimkan redaksi, Kamis (12/11).
Arham terangkan, kini DL sedang mempersiapkan diri dengan memperbaiki infrastruktur seperti armada kapal, SDM yang kompeten, dan pengembangan sistem informasi berbasis Information Communication and Technology (ICT). Sementara untuk ICT, DL bekerja sama dengan PT Telkom (Persero) dalam membangun platform logistik dan supply chain berbasis cloud. Karena itu DL membutuhkan dukungan pemerintah.
Sementara itu, Anggota Komite Kebijakan BUMN, Rhenald Khasali menyatakan, pemerintah seharusnya memberikan kepercayaan pada DL untuk berbuat banyak.
"Berikan kepercayaan kepada pemimpinnya, jangan diganggu. Dan berikan PMN,†ujar Rhenald.
Menurutnya, DL sudah membuktikan mampu bertahan dalam kondisi sulit dan berhasil. "Karena BUMN yang sudah memilliki titik terang bagus seperti ini, ke depannya akan menjadi bagus,†tandasnya.
[sam]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: