Aliansi Zatapi SP3 Kembali Demo Tuntut Pembubaran Petral

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Senin, 07 Juli 2014, 19:06 WIB
Aliansi Zatapi SP3 Kembali Demo Tuntut Pembubaran Petral
rmol news logo Aliansi Zatapi SP3 melakukan aksi di bundaran HI, Jakarta, Senin (7/7). Mereka menuntut pembubaran PT Petral yang merupakan anak perusahaan Pertamina di Singapura.

‪Ada dugaan permainan mafia migas dalam impor BBM di PT Petral. Aliansi juga menduga ada mark up harga BBM yang dilakukan PT Petral yang kemudian menghasilkan harga yang disebut sebagai harga pasar.

"Permainan itu kemudian mengharuskan adanya subsidi dan menarik anggarannya dari APBN. Ada pemain tunggal yang menguasai PT Petral selama puluhan tahun yaitu Muhammad Riza Chalid " ujar Koordinator Aliansi Zatapi SP3 Karen Agustinus dalam orasinya.

Dia membeberkan dugaan, Riza Chalid mengatur pembelian minyak mentah Petral selama tahun 2011 rata-rata 113,95 dolar AS per barel. Padahal, harga rata-rata minyak dunia dengan kualitas baik hanya berkisar antara 80 hingga 100 dolar AS per barel.

"Pagi tadi kami juga menyambangi KPK, kami mendesak agar KPK segera mengusut mafia migas yang melakukan mark up harga oleh PT Petral minimal sebesar 5 dolar AS per barel," paparnya.

‪Selain itu, dalam aksinya Zatapi SP3 juga menuntut Menteri BUMN Dahlan Iskan membubarkan Pertamina Energy Trading Ltd (PT Petral), anak usaha PT Pertamina (persero) yang bermarkas di Singapura. Sebagai Menteri BUMN, katanya, Dahlan sudah pasti tahu bahwa negara dirugikan dengan adanya Petral ini.

"Kalau beliau menteri yang baik, maka beliau harus membuat perusahaan pengelola minyak dalam negeri sehingga Indonesia bisa menjadi negara berdikari dan mandiri soal energi.

‪Selain melakukan orasi, massa Zatapi juga melakukan aksi teaterikal dengan membawa drum bbm yang disiramkan ke tubuh seseorang yang menggunakan topeng Muhammad Riza.

Bukan kali ini saja Aliansi melakukan aksi pembubaran Petral. Sebelumnya, aksi serupa antara lain dilakukan di depan Kantor Kementerian Perekonomian.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA