Ya, pengrajin sendal kelom geulis di daerah Gobras, Kota Tasikmalaya, terkena dampak negatif banjir Jakarta dan sekitarnya. Mereka terpaksa mengalami penurunan omzet produksi hingga 70 persen dari biasanya.
Menurut salah seorang pengrajin sandal kelom geulis, Undang Sudrajat, selain karena bahan baku berkurang, produk sandal kelom geulis tidak bisa menembus pasar Jakarta. Banyak pedagang yang justru tidak berjualan setelah akses jalan menu lokasi pasar tertutup banjir.
Alhasil, produk yang sudah dikirim ke Jakarta kerap dipulangkan kembali. Pedagang merugi karena harus mengeluarkan biaya kirim dua kali lipat dari biasanya.
Meski produksi tetap berlangsung, namun produsen memilih menyimpanya untuk stok. Sandal kelom geulis merupakan sandal khas Tasikmalaya yang banyak diminati kaum perempuan.
Selain berbahan dasar kayu, sandal kelom geulis juga memiliki motif dan warna beragam yang menarik. Harga satu buah sandal kelom geulis biasanya berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta. Pengrajin sandal kelom hanya bisa berharap, cuaca dan banjir yang melanda Jakarta segera surut agar mereka bisa kembali berjualan.
[dem]
BERITA TERKAIT: