"Telkom tetap bermain di media. Posisi sebagai
Telecommunication,
Information,
Media,
Edutainment, dan
Services (TIMES) itu tak berubah," tegas VP Public Relations Telkom Arif Prabowo, di Jakarta, Senin (11/11).
Diungkapkannya, Telkom memiliki banyak unit atau anak usaha yang bermain di media seperti MelOn, Plasa.com, UseeTV, dan lainnya. Banyak yang beranggapan TelkomVision dilepas, maka Telkom tak bisa bermain di media. Padahal Telkom masih punya
UseeTV yang siap menyambut era konvergensi.
UseeTV adalah layanan Internet Protocol TV (IPTV) dengan kekuatan pada
TV on demand atau
Video On Demand yang memungkinkan pelanggan bisa menikmati tayangan TV yang telah disiarkan sampai tiga hari kebelakang. Saat ini portal
useetv.com telah memiliki lebih dari 1 juta
registered user dan 26 juta
page view.
Menurutnya, hal yang harus dipahami dalam bisnis media ke depan itu ada tiga isu yakni
Connectivity, Convergence, dan
Content. Di era digitalisasi di mana konten dapat diakses melalui layar ketiga seperti
smartphone dan tablet akan berdampak pada cara produksi dan distribusi konten.
Hal itu bisa dilihat dari meroketnya nilai bisnis mobile advertisement pada 2018 mencapai 40 miliar dolar AS, dan dari m-commerce mencapai 235 miliar dolar AS pada 2013 dan akan mencapai 721dolar AS pada 2017 secara global.
"UseeTV ini ada menjawab tantangan tersebut, karena ini bisnis media masa depan di Indonesia," jelasnya.
Sebelumnya, CT Corpora melalui anak usahanya Trans Corpora berhasil menguasai 80 persen saham TelkomVision pada 8 Oktober 2013 dengan nilai transaksi Rp 926,5 miliar.
Konsekuensi dari transaksi ini adalah Telkom hanya menyisakan 20 persen kepemilikan di operator TV berbayar tersebut. Pelepasan saham mayoritas TelkomVision ke CT Corpora hal yang bijaksana dilakukan Telkom. Telkom juga sebaiknya secepatnya memproses pelepasan sebagian saham di anak usaha yang bergerak di bisnis menara atau bisa kehilangan momentum. Riset Morgan Stanley pada akhir September 2013 juga menyebutkan, konsolidasi di industri telekomunikasi Indonesia akan menekan bisnis menara dalam jangka pendek karena operator akan memangkas belanja modalnya demi efisiensi.
Seperti diketahui, anak usaha Telkom di bisnis menara adalah Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Telkom telah menunjuk Barclays Capital untuk membantu tender pelepasan sebagian saham anak usaha yang ditaksir memiliki nilai korporasi sebesar Rp 3 triliun itu.
[wid]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: