Produksi Batubara Mau Masuk Dalam Target Lifting

Target Tak Pernah Tercapai

Selasa, 19 Februari 2013, 08:13 WIB
Produksi Batubara Mau Masuk Dalam Target Lifting
Jero Wacik
rmol news logo Tampaknya pemerintah mulai panik dengan terus menurunnya produksi minyak (lifting) dalam negeri karena akan berdampak pada penerimaan negara.

Alhasil, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bakal memasukkan batubara dalam target lifting.

Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan, pihaknya berencana memasukkan produksi batubara dan energi terbarukan dalam target lifting di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Nantinya, lifting tidak hanya minyak dan gas saja.

“Saat ini produksi batubara disinyalir sekitar tiga juta barel per hari setara minyak. Namun, belum akan dilakukan dalam waktu dekat ini, masih akan fokus pada lifting migas dahulu,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegaiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Rudi Rubiandini meminta pemerintah merevisi target lifting tahun ini dari 900 ribu barel per hari menjadi 830 ribu barel per hari.

Tahun ini pemerintah juga memasukkan gas dalam target lifting sebesar 1,36 juta barel setara minyak per hari.

Wacik mengatakan, rencana tersebut saat ini tengah dalam kajian institusinya. Kebijakan itu baru bisa terlaksana tiga sampai empat tahun. “Nanti kalau energi baru terbarukan sudah banyak, harusnya masuk ke lifting. Yakin kita punya energi yang banyak,” katanya.

Jika rencana ini berjalan, lanjut Wacik, akan meningkatkan penerimaan negara dari sektor sumber daya alam (SDA). Selain itu, pengelolaan energi Indonesia akan lebih terukur. Karena itu, energi baru terbarukan harus dimudahkan urusannya izin, dan lain-lain. Termasuk meningkatkan geothermal.

“Sekarang saatnya investasi di sektor itu karena ini masa depan. Penggunaan geothermal gunung berapi mampu menghasilkan 30.000 megawatt,” tandasnya.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, dalam sidang kabinet pemerintah akan fokus pada peningkatan lifting minyak. Pihaknya optimistis pada 2014 akan mencapai 1 juta barel baik dari sisi gas maupun crude oil.

“Target kita pada 2014 sudah harus mencapai 1 juta barel oil yang datang dari dua sisi, yaitu Cepu dan Enhanced Oil Recovery (EOR)”, ujar Hatta.

Terkait itu, Hatta akan mengeluarkan skema baru untuk merangsang investasi di sektor EOR, terutama investor kelas menengah nasional, contohnya melalui skema insentif pembagian hasil.

“Dalam dua minggu skema draf itu akan selesai sehingga kita bisa mengenjot Pertamina bisa bekerja sama dengan pola yang tidak terlalu jelimet, tapi akuntabilitasnya tetap terjaga,” jelas Hatta.

Selain itu, perlu dilakukan langkah-langkah untuk meningkatkan eksplorasi.  â€Kita menginginkan (eksplorasi) meningkat karena nasib umur migas kita sangat tergantung pada upaya menemukan cadangan baru,” ungkapnya.

Sebab itu, perlu mencari formula baru yang memungkinkan daerah risiko tinggi (remote area) menjadi menarik dengan pola bagi hasil yang menarik dengan tetap mengutamakan kepentingan nasional.

Untuk diketahui, pemerintah dan DPR sepakat lifting migas dalam APBN 2013 sebesar 2.260.000 barel setara minyak per hari, terdiri dari lifting minyak 900.000 barel per hari dan gas bumi 1.360.000 barel setara minyak per hari. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA