Pengusaha SPBU Gulung Tikar, Pertamina Jamin Pasokan BBM

Pengusaha Anggap Bisnis SPBU Tidak Menjanjikan Lagi

Senin, 11 Februari 2013, 09:42 WIB
Pengusaha SPBU Gulung Tikar, Pertamina Jamin Pasokan BBM
ilustrasi
Kecil Besar
rmol news logo Tidak usah heran jika melihat beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta dan sekitarnya tutup. Pasalnya, bisnis ini sudah tidak menjanjikan lagi karena margin keuntungan sedikit.

Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka di kawasan Jakarta dan sekitarnya ada beberapa pom bensin yang tutup karena tidak ada pasokan BBM. Pom bensin yang tutup salah satunya berada di Jalan Pondok Indah.

Saat ini, yang terlihat di SPBU tersebut hanya beberapa dispensernya saja dengan kondisi sekelilingnya gelap karena lampu dimatikan jika malam. Namun, Indomaret yang berada di lingkungan pom bensin tersebut tetap beroperasi.

Di depan pintu masuk SPBU itu terdapat sebuah spanduk berukuran 1x5 meter. Spanduk berlatar belakang putih tersebut isinya menyebutkan SPBU itu tutup sejak 31 Januari 2013. Tak lupa sang pemilik mengucapkan terima kasih kepada para pelanggannya.

Padahal, kalau dilihat dari posisinya, SPBU itu sangat strategis berada di jalur Pondok Indah. Pasalnya, setiap hari pom bensin itu tidak sepi dengan pelanggan.

Sayangnya, Rakyat Merdeka tidak sempat menanyakan perihal tidak beroperasinya SPBU tersebut lantaran tidak ada satu petugas yang jaga di sana.

Hal sama terjadi pada SPBU di Cireundeu. Pom bensin yang sebelumnya buka 24 jam itu kini tak lagi. Saat ini, SPBU ini hanya buka siang, itu pun sering kehabisan pasokan.

Petugas lapangan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, stok bensin untuk SPBU-nya memang sering habis. Karena itu, sang pemilik lebih banyak membuka pada siang hari. “Kalau malam kita tutup saja, selain nggak ada stok ya sekalian menghemat listrik,” katanya.

Petugas itu juga mengaku pengiriman bensin ke pom sering terlambat. “Jangan heran kalau kita sering tutup,” tandasnya.

SPBU yang berada di wilayah Rempoa, Jakarta Selatan juga mengalami hal sama. Pom bensin ini juga sudah lama tidak beroperasi. Pintu masuk ke SPBU tersebut terhalang plang bertuliskan dilarang masuk. Meski tidak beroperasi, gerai beberapa ATM  (anjungan tunai mandiri) tetap buka.

Hal yang sama terjadi di SPBU depan Pacuan Kuda, Pamulang, Tangerang Selatan. Sudah lama pom bensin ini tidak beroperasi lagi. Di depan pintu masuk pom bensin itu dihalangi plang yang ditempeli pengumuman bahwa pom bensin itu tidak melayani penjualan BBM lagi.
 
Ketua Umum Wirausaha Swasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi tidak heran dengan banyaknya pom bensin yang tutup. Alasan para pengusaha SPBU menutup usahanya karena bisnis pom bensin sudah tidak sesuai harapan. Keuntungannya juga sudah tidak sesuai lagi dengan modal yang dikeluarkan. “Tingkat return on investment–nya sangat rendah,” katanya kepada Rakyat Merdeka.

Karena itu, banyak pengusaha yang mengalihkan bisnis pomnya ke bisnis lain yang lebih menjanjikan keuntungan.

Ditanya berapa jumlah SPBU yang tutup, Eri mengaku masih mendata semuanya.  Dia mengungkapkan, salah satu keluhan dari para pengusaha adalah kenaikan upah minimum premium (UMP) hingga 70 persen, sementara keuntungan penjualan BBM harus berdasarkan ketentuan pemerintah.

Menurut Eri, saat ini banyak perusahaan yang tidak mampu membayar UMP tersebut. Apalagi, jika dihitung-hitung tahun ini tidak ada keuntungan karena marjin usahanya tidak mengalami kenaikan.

Saat ini marjin usaha yang ditetapkan pemerintah dan Pertamina dalam penyaluran BBM ke masyarakat Rp 150 per liter dan paling besar hanya Rp 205 per liter.

“Kenaikan itu membuat pengusaha terbebani cash flow yang terlalu besar. Bahkan biaya operasional naik 20-25 persen,” jelasnya.

Kondisi ini membuat para pengusaha dilematis. Eri mengatakan, dampak terburuk adalah ditutupnya SPBU. Padahal, 70 persen dari total SPBU yang ada masih punya utang di bank. Utang tersebut merupakan biaya modal dari pengusaha untuk mendirikan SPBU. Hampir 70 persen dari 5.000 SPBU atau sekitar 3.500 SPBU itu berutang di bank.

Karena itu, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun menutup usaha adalah opsi dari beberapa pengusaha paska keputusan ini. Akan tetapi bagi yang masih memiliki utang di bank, opsi ini menjadi sulit. Karena tidak mungkin bank menerima alasan penunggakan utang karena usahanya tutup.

Saat dikonfirmasi ada beberapa SPBU yang tutup, Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengaku belum mengetahui pasti. Karena itu, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu.

Namun, dia mengatakan, tutupnya pom bensin yang berada di Pondok Indah karena pemiliknya memutuskan tidak memperpanjang kontrak dengan Pertamina lagi.

“Mungkin akan digunakan untuk keperluan lain. Sedangkan SPBU lainnya sedang kita cek. Bisa jadi yang lainnya juga begitu,” ujarnya.

Terkait dengan pasokan, menurut Ali, selama ini tidak ada masalah dan perusahaan selalu mengirimkan pasokan sesuai dengan permintaan.   [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA