Disparitas Harga Picu Maraknya Pencurian Minyak

BPH Migas Siap Ladeni Somasi Pertamina

Selasa, 05 Februari 2013, 07:58 WIB
Disparitas Harga Picu Maraknya Pencurian Minyak
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo Hubungan PT Pertamina (Per­sero) dengan Badan Pela­ksa­na Kegiatan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kembali memanas setelah peru­sahaan pelat merah itu dituding ikut terlibat dalam penyelun­dup­an solar ke Singapura.

Bahkan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengi­rim­kan surat somasi ke Direktur BBM BPH Migas Djoko Sis­wan­to. Pasalnya, selama ini Djo­ko sangat vokal mengatakan ada okn­um Pertamina yang terlibat dalam kegiatan penyelundupan solar ke Singapura.

Pertamina mensomasi Djoko dengan surat Nomor 049/M00000/2013-SO tertanggal 1 Februari 2013 yang diteken (ditanda tangani) oleh Pjs Chief Legal Counsel.

Untuk diketahui, pada Senin malam (28/1) pihak Bea Cukai Kepulauan Riau menangkap Ka­pal Tanker Serena II  di pe­rairan Batam saat sedang memin­dahkan solar ke kapal motor Ca­haya. Tan­ker Serena saat itu se­dang mem­bawa BBM milik Perta­mina un­tuk dibawa ke Depo Pontianak seba­nyak 3.684 Kiloliter (KL).

Djoko Siswanto mengaku ti­dak masalah dan akan meng­hadapi so­masi tersebut. Sebab, dia yakin dengan petugas yang menangkap di lapangan.

“Saya hadapi, kita lihat siapa yang salah dan benar. Saya tetap yakin apa yang di­tangkap oleh petugas di lapa­ngan itu solar subsidi,” tegas Djoko.

Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menegaskan, tidak ada maling atau pegawai yang terlibat dalam penyelun­dup­an BBM atau minyak di perusa­haannya. Solar tersebut memang milik Pertamina dan pemilik ka­pal harus bertang­gung jawab.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menginstruksikan Pertamina se­gera menangkap pencuri mau­­pun penyelundup BBM sub­sidi karena sangat merugikan nega­ra. “Tangkap saja,” tegas Dahlan.

Pengamat kebijakan energi Sofyano Zakaria mengatakan, untuk mengurangi penyelun­dup­an, pemerintah harus me­ngu­rangi disparitas harga bahan ba­kar minyak (BBM) subsidi dan non subsidi.

Dia menerangkan, selama ada dispa­ritas yang cukup besar an­tara  harga BBM subsidi de­ngan harga non subsidi ditambah de­ngan mahalnya harga minyak dunia, maka itu akan selalu me­mancing adanya perbuatan pen­curian minyak. 

”Ini harus diantisipasi pihak penegak hukum,” ujarnya.

Sofyano mengatakan, Perta­mina selaku pemasok BBM ter­besar di negeri ini harus mewas­padai terjadinya pencurian mi­nyak miliknya dengan membuat sistem pengaman dan penga­wa­san yang canggih.

“Tujuannya, agar BUMN ini ti­dak dirugikan dari pihak-pihak yang mencari keuntungan besar dengan mencuri minyak,” ujar Sofyano.

Sebelumnya, Direktur PT She­rin Kapuas Raya (SKR) Winardi se­laku operator tanker Serena II membantah adanya penyelun­du­pan solar Pertamina oleh ka­palnya.

Menurut dia, memang ada pen­jualan solar tetapi  bahan bakar itu milik tanker KM Serena II yang dijual ke MT Cahaya yang berben­dera Singapura.

Winardi bilang, solar yang di­bongkar beberapa awak kapal bukanlah dari kargo kapal tetapi dari tangki bahan bakar kapal Serena II sendiri.

”Dalam kejadian itu perusa­haan saya yang dirugikan, bukan­nya Per­tamina,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA