Bahkan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengiÂrimÂkan surat somasi ke Direktur BBM BPH Migas Djoko SisÂwanÂto. Pasalnya, selama ini DjoÂko sangat vokal mengatakan ada oknÂum Pertamina yang terlibat dalam kegiatan penyelundupan solar ke Singapura.
Pertamina mensomasi Djoko dengan surat Nomor 049/M00000/2013-SO tertanggal 1 Februari 2013 yang diteken (ditanda tangani) oleh Pjs Chief Legal Counsel.
Untuk diketahui, pada Senin malam (28/1) pihak Bea Cukai Kepulauan Riau menangkap KaÂpal Tanker Serena II di peÂrairan Batam saat sedang meminÂdahkan solar ke kapal motor CaÂhaya. TanÂker Serena saat itu seÂdang memÂbawa BBM milik PertaÂmina unÂtuk dibawa ke Depo Pontianak sebaÂnyak 3.684 Kiloliter (KL).
Djoko Siswanto mengaku tiÂdak masalah dan akan mengÂhadapi soÂmasi tersebut. Sebab, dia yakin dengan petugas yang menangkap di lapangan.
“Saya hadapi, kita lihat siapa yang salah dan benar. Saya tetap yakin apa yang diÂtangkap oleh petugas di lapaÂngan itu solar subsidi,†tegas Djoko.
Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan menegaskan, tidak ada maling atau pegawai yang terlibat dalam penyelunÂdupÂan BBM atau minyak di perusaÂhaannya. Solar tersebut memang milik Pertamina dan pemilik kaÂpal harus bertangÂgung jawab.
Menteri BUMN Dahlan Iskan menginstruksikan Pertamina seÂgera menangkap pencuri mauÂÂpun penyelundup BBM subÂsidi karena sangat merugikan negaÂra. “Tangkap saja,†tegas Dahlan.
Pengamat kebijakan energi Sofyano Zakaria mengatakan, untuk mengurangi penyelunÂdupÂan, pemerintah harus meÂnguÂrangi disparitas harga bahan baÂkar minyak (BBM) subsidi dan non subsidi.
Dia menerangkan, selama ada dispaÂritas yang cukup besar anÂtara harga BBM subsidi deÂngan harga non subsidi ditambah deÂngan mahalnya harga minyak dunia, maka itu akan selalu meÂmancing adanya perbuatan penÂcurian minyak.
â€Ini harus diantisipasi pihak penegak hukum,†ujarnya.
Sofyano mengatakan, PertaÂmina selaku pemasok BBM terÂbesar di negeri ini harus mewasÂpadai terjadinya pencurian miÂnyak miliknya dengan membuat sistem pengaman dan pengaÂwaÂsan yang canggih.
“Tujuannya, agar BUMN ini tiÂdak dirugikan dari pihak-pihak yang mencari keuntungan besar dengan mencuri minyak,†ujar Sofyano.
Sebelumnya, Direktur PT SheÂrin Kapuas Raya (SKR) Winardi seÂlaku operator tanker Serena II membantah adanya penyelunÂduÂpan solar Pertamina oleh kaÂpalnya.
Menurut dia, memang ada penÂjualan solar tetapi bahan bakar itu milik tanker KM Serena II yang dijual ke MT Cahaya yang berbenÂdera Singapura.
Winardi bilang, solar yang diÂbongkar beberapa awak kapal bukanlah dari kargo kapal tetapi dari tangki bahan bakar kapal Serena II sendiri.
â€Dalam kejadian itu perusaÂhaan saya yang dirugikan, bukanÂnya PerÂtamina,†katanya. [Harian Rakyat Merdeka]