Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu KhrisnaÂmurÂthi mengatakan, defisit neÂraca perdagangan di Desember 2012 karena defisit migas, di maÂÂÂna hasil minyak olahan meÂngalami defisit 2,3 miliar dolar AS.
Sedangkan non migas jusÂtru surplus 588 juta dolar AS seÂhingga total defisit perdaÂgangan Desember 155 juta doÂlar AS. KonÂdisi itu meÂrupakan siÂtuasi yang konsisten dalam beÂberapa bulan terakhir tahun lalu.
“Kita perlu menelaah, ke deÂpan tekanan terhadap defisit di migas masih akan berlanjut kalau masih menerapkan kebiÂjakan migas yang sama,†kata Bayu.
Bayu menilai, permasalahan ini akan terus terjadi bila keÂbijakan penyediaan BBM berÂsubsidi tidak berubah. Karena itu, pihaknya berharap ada penÂdekatan berbeda dalam memeÂnuhi kebutuhan energi IndoÂnesia agar neraca perdagaÂngan tidak tergerus setiap tahun.
Kepala Badan Pusat StatisÂtik (BPS) Suryamin mencatat, neÂraca perdagangan Indonesia seÂlama 2012 (Januari-DesemÂber) mengalami defisit 1,63 miÂÂliar dolar AS.
“Kinerja sektor perdagangan pada 2012 bisa dikatakan lebih rendah dibanÂding 2011 di mana Indonesia berÂhasil mencatat surÂplus neÂraca perdagangan 26,06 perÂsen,†katanya.
Selama tahun lalu (2012) total ekspor Indonesia mencaÂpai 190,4 miliar dolar AS, seÂmentara pada saat yang sama total nilai impor mencapai 191,67 miliar dolar AS.
â€Defisit 2012 menunjukkan target peÂningkatan ekspor tiÂdak terÂcapai. Sebaliknya, nilai imÂpor justru semakin melonÂjak,†ujar Suryamin.
Suryamin mengatakan, selaÂma 2012, dari 10 komoditas non migas, tercatat tujuh mengÂalami penurunan ekspor seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak lemak nabati, meÂsin/perÂalatan listrik, karet dan barang dari karet, komoditi bijih, kerak dan abu logam, kerÂtas/karton, dan pakaian jadi bukan rajutan.
Komoditas non migas yang mengalami kenaikan hanya tiga, yaitu mesin-mesin/pesaÂwat mekanik serta kendaraan dan bagiannya.
Impor selama Januari-DeÂsember 2012 mencapai 191,67 miliar dolar AS, naik 8,02 perÂsen dibanding periode yang saÂma 2011 yang mencapai 177,44 miliar dolar AS. KeÂnaikan total nilai impor terÂutama didorong melonjaknya imÂpor migas seÂbesar 4,58 persen dari 40,71 miliar dolar AS menjadi 42,57 miliar dolar AS, dan impor non migas sebesar 9,05 miliar dari 136,73 miliar dolar AS menjadi 149,11 miliar dolar AS. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: