Gita Dan Suswono Jangan Egois

Perbaikan Kualitas Produk Dalam Negeri Mutlak Dilakukan

Minggu, 03 Februari 2013, 07:57 WIB
Gita Dan Suswono Jangan Egois
ilustrasi, horti­kultura
Kecil Besar
rmol news logo Anggota Komisi VI DPR Sukur Nababan menyesalkan, sikap Men­dag Gita Wirjawan dan Mentan Suswono yang tidak kom­­pak membatasi impor horti­kultura. Menurutnya, perbedaan pandangan kedua menteri me­nun­jukkan buruknya koordinasi dalam pemerintah.

“Kedua kementerian terlihat punya ego masing-masing. Se­harusnya ketidakompakan tidak perlu terjadi, apalagi tujuannya untuk kebaikan kepentingan na­sional,” kata Sukur kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Politisi PDIP ini mengatakan, pihaknya kini belum mengambil keputu­san soal simpang siur ke­bija­kan pembatasan impor. DPR se­dang menunggu hasil perte­muan kedua menteri. Di­harap­kannya, perte­muan meng­hasilkan kepu­tusan yang pro kepentingan na­sional.  

Sukur menuturkan, secara prin­sip, dirinya mendukung ke­bi­ja­kan pembatasan impor. Sudah saatnya pemerintah me­ngeluar­kan kebijakan yang pro kepen­tingan pertanian dalam negeri.  

Selama ini impor dilakukan pemerintah seperti tidak ada rem­nya. Namun demikian, ditegas­kannya, pembatasan impor harus diikuti peningkatan kualitas dan produksi pertanian. Jika tidak, maka kebijakan pembatasan tidak akan membawa manfaat. Tidak mempengaruhi perkembangan ekonomi bangsa. Yang berubah hanya kebijakan berganti-ganti, buka dan tutup impor.

“Mentan kini punya pekerjaan rumah besar menggenjot hasil pertanian ka­rena kini pembatasan sudah menyebabkan kenaikan harga,” katanya.

Anggota Komisi IV DPR Jafar Hafsah justru mendukung pem­batasan impor buah. Menu­rutnya, kebijakan itu seharusnya sejak dahulu diterapkan. Karena ke­bi­jakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan nyata ke­pada petani.

“Kebijakan ini penting dikam­panyekan untuk menumbuh kem­bangkan kecintaan terhadap pro­duk buah lokal sekaligus pengua­tan ekonomi nasional. Ini sebagai momentum dari pemerintah untuk membenahi produk horti­kul­tura lokal,” imbuhnya.

Jafar mengatakan, kualitas buah lokal sebenarnya jauh lebih segar dan mengandung banyak vitamin. Sementara buah impor yang selama ini membanjiri pasar dalam negeri, keamanan dan kua­litas kesegarannya masih diper­tanyakan.

Menurutnya, tidak ada alasan tidak mendukung kebijakan ter­sebut karena produksi pertanian dalam negeri cukup baik.

Anggota Komisi IV DPR Ma­mur Hasanuddin menilai kebija­kan pembatasan langkah awal yang bagus mendorong pening­ka­tan produksi hortikultura da­lam negeri. Diharapkannya, ke­bijakan pembatasan ke depan bisa menekan angka importasi.

Untuk mendukung hasil pro­duksi pertanian lokal, Mamur me­minta, pemerintah memfasili­tasinya.

“Distributor pasar modern dan retail tradisional perlu didorong agar memberikan akses yang maksimal terhadap hasil produksi hortikulutura lokal,” katanya.

Selain itu, pemerintah harus memastikan perbaikan infra­struk­tur agar biaya distribusi da­pat ditekan sehingga harga buah lokal menarik konsumen. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA