Tiga Bos Media Masuk Jajaran 40 Orang Tajir

Ical & Pengusaha Batubara Tersingkir Karena Asetnya Tergerus

Jumat, 30 November 2012, 08:15 WIB
Tiga Bos Media Masuk Jajaran 40 Orang Tajir
Aburizal Bakrie
Kecil Besar
rmol news logo Siapa bilang ekonomi Indonesia lagi krisis. Buktinya, Majalah Forbes mencatat kekayaan 40 pengusaha Indonesia saat ini menembus 88,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 800 triliun.

Majalah Forbes edisi akhir ta­hun 2012 kembali melansir daftar 40 orang terkaya di Indonesia. Harta kekayaan 40 orang tajir ter­sebut naik 4 persen di­banding periode tahun lalu. Batas bawah nilai kekayaan tahun ini berada pada level 730 juta dolar AS atau meningkat 100 juta dolar AS di­bandingkan tahun lalu.

Menariknya, kandidat presiden 2014 Aburizal Bakrie terlempar dari 40 jajaran elite orang super tajir Indonesia ini. Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie, untuk pertama kalinya terlempar dari daftar 40 orang terkaya Indone­sia versi Forbes sejak 2006.

Sejumlah analis menilai, ter­lem­­parnya Bakrie dari jajaran orang ‘super tajir’ di Tanah Air akibat kesalahan menerapkan strategi bisnis mengelola utang­nya. Kon­disi ini membuat batu­bara yang menjadi bisnis utama­nya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), morat-marit.

Analis sekaligus pendiri Inde­pendent Research & Advisory Indonesia (IRAI) Lin Che Wei me­ng­atakan, total utang Bakrie dan perusahaan afiliasinya men­ca­pai 7,84 miliar dolar AS (Rp 78 triliun). Selain utang, keuangan Bakrie juga tertekan akibat me­ro­sotnya harga komoditas.

“Sean­dainya harga komoditas mem­baik, mungkin agak terto­long,” kata Chi Wei seperti diku­tip dari situs Forbes, kemarin.

Selain itu, Bakrie juga di­ha­dap­kan pada sejumlah per­soalan utang jangka pendek yang jatuh tempo tahun ini. Meski kerajaan bisnis Bakrie Group lo­los dari krisis 1998, namun pa­da krisis kali ini bisa jadi tidak demikian. Ical yang juga Ketua Umum Par­­­tai Golkar ini tengah berse­teru dengan pe­megang saham Bumi Plc lainnya, yakni Natha­niel Roth­schild.

Sementara, para pendatang ba­ru yang berhasil menembus ja­jaran elite orang terkaya Indo­nesia adalah Kuncoro Wibowo, pemi­lik tunggal lisensi PT Ace Hard­ware Tbk (ACES), perusa­haan­ asal Amerika Serikat (AS) yang menjual perkakas dan fur­niture rumah tangga di Indone­sia. Ke­kuatan Kuncoro menem­bus ja­jaran orang terkaya Indo­nesia  se­telah saham perusahaan­nya me­lonjak signifikan 90 per­sen di­banding tahun lalu.

Mereka yang menguntit Kun­co­ro ada­lah Lim Hariyanto Wi­jaya Sar­wono. Lim satu dari lima konglo­merat pendatang baru di Indone­sia. Masuknya Lim dalam jajaran elite ini setelah perusaha­an perke­bunannya, Bumi Agri tercatat di bursa Singapura.

Pen­datang baru berikutnya adalah Alexander Tedja, pemilik terbe­sar pusat per­belanjaan Paku­won Jati di Jawa Timur. Berikut­nya adalah Sudhamek, pemimpin perusahaan keluarga Garudafood dengan brand ter­nama Kacang Garuda dan cokelat Gery.

Berbeda dengan tahun 2011 di mana para taipan Indonesia dido­minasi perusahaan yang bergerak di bidang batubara, kini di 2012, trend itu berubah menyusul mele­mahnya harga batubara global akibat turunnya permintaan Chi­na sehingga beberapa kong­lo­me­rat perusahaan tambang, khu­sus­nya batubara, merugi.

Yang menarik, tiga bos media masuk dalam daftar orang kaya tersebut, yakni Chairul Tan­jung (Trans Corporation), Hary Tanoe­soedibjo (MNC Group) dan Eddy Kusnadi Sariaatmadja, pemilik perusahaan distribusi komputer Compaq di Indonesia.

Eddy juga memiliki perusa­haan solusi teknologi dan pe­ngen­dali PT Elang Mahkota Tek­nologi Tbk (EMTK), pemilk ja­ringan media dan stasiun televisi SCTV serta Indosiar.

Orang terkaya Indonesia di sek­tor pertambangan tahun 2011, Low Tuck Kwong, mengalami pe­­nu­runan kekayaan terbesar hing­ga 46 persen menjadi 2 mili­ar dolar AS. Taipan batubara lain yang hartanya tergerus adalah bos Adaro Energy Sandiaga Uno dan  Samin Tan, Chairman Bu­mi Plc, perusahaan batubara yang ter­catat di bursa London, seka­ligus induk usaha BUMI.

Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Lukita Dinarsyah Tuwo menga­takan, perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi baik mes­ki pere­ko­nomain dunia penuh ke­tidak­pas­tian. Kondisi ini yang men­­­dorong peningkatan pen­da­patan di ma­syarakat.

“Indonesia saat ini da­lam kon­disi yang sangat baik. Mak­sud­nya pertumbuhan eko­nomi kuar­tal pertama mencapai 6,3 per­sen, itu adalah salah satu yang ter­tinggi di atas level  6 per­sen,’’ je­las Lukita.

Kinerja perekonomian Indo­ne­sia juga bisa terlihat dari ada­nya stabilitas keuangan yang ter­­jaga serta inflasi yang ter­ken­­dali. Dia optimistis per­eko­nomian ma­sih tum­buh sesuai APBN-P (Angga­r­an Pen­dapat­an Belanja Negara Peru­bahan) 2012 kira-kira men­capai 6,5-6,7 persen. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA