Siapa bilang ekonomi Indonesia lagi krisis. Buktinya, Majalah Forbes mencatat kekayaan 40 pengusaha Indonesia saat ini menembus 88,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 800 triliun.
Majalah Forbes edisi akhir taÂhun 2012 kembali melansir daftar 40 orang terkaya di Indonesia. Harta kekayaan 40 orang tajir terÂsebut naik 4 persen diÂbanding periode tahun lalu. Batas bawah nilai kekayaan tahun ini berada pada level 730 juta dolar AS atau meningkat 100 juta dolar AS diÂbandingkan tahun lalu.
Menariknya, kandidat presiden 2014 Aburizal Bakrie terlempar dari 40 jajaran elite orang super tajir Indonesia ini. Ical, sapaan akrab Aburizal Bakrie, untuk pertama kalinya terlempar dari daftar 40 orang terkaya IndoneÂsia versi Forbes sejak 2006.
Sejumlah analis menilai, terÂlemÂÂparnya Bakrie dari jajaran orang ‘super tajir’ di Tanah Air akibat kesalahan menerapkan strategi bisnis mengelola utangÂnya. KonÂdisi ini membuat batuÂbara yang menjadi bisnis utamaÂnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), morat-marit.
Analis sekaligus pendiri IndeÂpendent Research & Advisory Indonesia (IRAI) Lin Che Wei meÂngÂatakan, total utang Bakrie dan perusahaan afiliasinya menÂcaÂpai 7,84 miliar dolar AS (Rp 78 triliun). Selain utang, keuangan Bakrie juga tertekan akibat meÂroÂsotnya harga komoditas.
“SeanÂdainya harga komoditas memÂbaik, mungkin agak tertoÂlong,†kata Chi Wei seperti dikuÂtip dari situs Forbes, kemarin.
Selain itu, Bakrie juga diÂhaÂdapÂkan pada sejumlah perÂsoalan utang jangka pendek yang jatuh tempo tahun ini. Meski kerajaan bisnis Bakrie Group loÂlos dari krisis 1998, namun paÂda krisis kali ini bisa jadi tidak demikian. Ical yang juga Ketua Umum ParÂÂÂtai Golkar ini tengah berseÂteru dengan peÂmegang saham Bumi Plc lainnya, yakni NathaÂniel RothÂschild.
Sementara, para pendatang baÂru yang berhasil menembus jaÂjaran elite orang terkaya IndoÂnesia adalah Kuncoro Wibowo, pemiÂlik tunggal lisensi PT Ace HardÂware Tbk (ACES), perusaÂhaan asal Amerika Serikat (AS) yang menjual perkakas dan furÂniture rumah tangga di IndoneÂsia. KeÂkuatan Kuncoro menemÂbus jaÂjaran orang terkaya IndoÂnesia seÂtelah saham perusahaanÂnya meÂlonjak signifikan 90 perÂsen diÂbanding tahun lalu.
Mereka yang menguntit KunÂcoÂro adaÂlah Lim Hariyanto WiÂjaya SarÂwono. Lim satu dari lima kongloÂmerat pendatang baru di IndoneÂsia. Masuknya Lim dalam jajaran elite ini setelah perusahaÂan perkeÂbunannya, Bumi Agri tercatat di bursa Singapura.
PenÂdatang baru berikutnya adalah Alexander Tedja, pemilik terbeÂsar pusat perÂbelanjaan PakuÂwon Jati di Jawa Timur. BerikutÂnya adalah Sudhamek, pemimpin perusahaan keluarga Garudafood dengan brand terÂnama Kacang Garuda dan cokelat Gery.
Berbeda dengan tahun 2011 di mana para taipan Indonesia didoÂminasi perusahaan yang bergerak di bidang batubara, kini di 2012, trend itu berubah menyusul meleÂmahnya harga batubara global akibat turunnya permintaan ChiÂna sehingga beberapa kongÂloÂmeÂrat perusahaan tambang, khuÂsusÂnya batubara, merugi.
Yang menarik, tiga bos media masuk dalam daftar orang kaya tersebut, yakni Chairul TanÂjung (Trans Corporation), Hary TanoeÂsoedibjo (MNC Group) dan Eddy Kusnadi Sariaatmadja, pemilik perusahaan distribusi komputer Compaq di Indonesia.
Eddy juga memiliki perusaÂhaan solusi teknologi dan peÂngenÂdali PT Elang Mahkota TekÂnologi Tbk (EMTK), pemilk jaÂringan media dan stasiun televisi SCTV serta Indosiar.
Orang terkaya Indonesia di sekÂtor pertambangan tahun 2011, Low Tuck Kwong, mengalami peÂÂnuÂrunan kekayaan terbesar hingÂga 46 persen menjadi 2 miliÂar dolar AS. Taipan batubara lain yang hartanya tergerus adalah bos Adaro Energy Sandiaga Uno dan Samin Tan, Chairman BuÂmi Plc, perusahaan batubara yang terÂcatat di bursa London, sekaÂligus induk usaha BUMI.
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Lukita Dinarsyah Tuwo mengaÂtakan, perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi baik mesÂki pereÂkoÂnomain dunia penuh keÂtidakÂpasÂtian. Kondisi ini yang menÂÂÂdorong peningkatan penÂdaÂpatan di maÂsyarakat.
“Indonesia saat ini daÂlam konÂdisi yang sangat baik. MakÂsudÂnya pertumbuhan ekoÂnomi kuarÂtal pertama mencapai 6,3 perÂsen, itu adalah salah satu yang terÂtinggi di atas level 6 perÂsen,’’ jeÂlas Lukita.
Kinerja perekonomian IndoÂneÂsia juga bisa terlihat dari adaÂnya stabilitas keuangan yang terÂÂjaga serta inflasi yang terÂkenÂÂdali. Dia optimistis perÂekoÂnomian maÂsih tumÂbuh sesuai APBN-P (AnggaÂrÂan PenÂdapatÂan Belanja Negara PeruÂbahan) 2012 kira-kira menÂcapai 6,5-6,7 persen. [Harian Rakyat Merdeka]
BERITA TERKAIT: