Demi BUMI, Bakrie Siap Jual ANTV Ke Bos SCTV

Pekan Ini, Viva Segera Umumkan Aksi Korporasi

Rabu, 28 November 2012, 08:12 WIB
Demi BUMI, Bakrie Siap Jual ANTV Ke Bos SCTV
PT Andalas Televisi (ANTV)
Kecil Besar
rmol news logo .Keluarga Bakrie bakal mati-matian untuk me­nyelamatkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Salah satu caranya dengan menjual PT Andalas Televisi (ANTV) ke Surya Citra Televisi (SCTV).

Grup Bakrie berencana menju­al salah satu jaringan medianya, yakni stasiun televisi ANTV un­tuk membiayai utang yang ja­tuh tempo serta memperkuat bis­nis utamanya di bidang batubara melalui PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

“Bakrie menjual ANTV untuk selamatkan BUMI,” ujar salah satu pelaku pasar modal di Jakar­ta, kemarin.

Sumber eksekutif tersebut me­nyatakan, ANTV kemungkinan besar akan dijual kepada kom­pe­titor­nya, SCTV, yang dikuasai tai­p­an keluarga Sariaatmaja. Sa­yangnya, sumber itu tak menje­las­kan lebih detil skema tran­saksi tersebut. Dia hanya me­nyebut­kan, penasihat keuangan aksi kor­po­rasi Bakrie adalah Cre­dit Suisse.

Kalangan analis menyatakan, per­gerakan saham-saham yang te­rafiliasi dengan kelompok usa­ha Bakrie saat ini memang le­bih sering membuat investor jantu­ngan. Padahal, sekitar lima ta­hun lalu, saham-saham tujuh samu­rai, istilah beken untuk tujuh saham Grup Bakrie yang sudah masuk bursa saat itu, ter­masuk saham yang paling digan­drungi investor.

Pada 2007, saat bursa saham Ja­karta pertama kalinya men­cetak nilai transaksi hingga me­nyentuh Rp 11 triliun, perdaga­ngan saat itu antara lain didorong oleh dua saham emiten kelompok Bakrie, yakni saham PT Bak­rie and Brothers Tbk (BNBR) dan PT Bak­rieland Development Tbk  (ELTY).

Bahkan, saham-saham emiten yang terafiliasi Bakrie sempat menguasai indeks saham Indo­nesia. Asal tahu saja, pada 2008, kapitalisasi pasar saham emiten yang terafiliasi Bakrie sempat men­capai 30-40 persen dari total kapitalisasi pasar saham Indone­sia. Beberapa saham Grup Bak­rie juga pernah masuk dalam daftar 25 sa­ham dengan kapitali­sasi pa­sar ter­besar di bursa sa­ham Indo­nesia.

Maklumlah, secara fundamen­tal, sebenarnya kondisi emiten yang terafiliasi kelompok usaha Bakrie ini tidak buruk. Bumi Re­sources merupakan perusahaan batu­bara dengan produksi dan tambang terbesar. Jangan lupa, Bumi masih menguasai Kaltim Prima Coal dan Arutmin Indone­sia, tambang batubara terbesar di Indonesia.

Namun kini, menurut Kepala Riset BNI Securities Norico Ga­man, keadaannya berbalik 180 derajat. Total kapitalisasi pasar 11 saham emiten yang terafiliasi Bak­rie kini hanya tersisa sekitar Rp 66,88 triliun atau sekitar 1,74 persen dari total kapitalisasi pasar saham. Kalangan analis kebanya­kan memilih menyarankan inves­tor menghindari saham-saham ya­ng terafiliasi Bakrie.

Grup Bakrie memang tengah ke­­sulitan pendanaan. Laporan ke­uangan BNBR audit 2011 me­nye­butkan, total utang BNBR men­capai Rp 5,4 triliun. Dari total utang itu, sebesar Rp 295 miliar jatuh tempo tahun ini yang ber­asal dari transaksi repo.

Selain itu, BNBR juga harus melunasi utang 437 juta dolar AS (Rp 4,3 triliun) dari 20 kreditur inter­na­sional yang digalang Cre­dit Suisse, menyusul harga sa­ham Bumi Plc turun dari yang di­se­pakati.

Bakrie Group memang meng­ua­sai PT Visi Media sebagai pe­rusahaan yang mengoperasi­kan stasiun TV One dan ANTV serta portal vivanews.com. Da­lam de­butnya di pasar modal, Visi Me­dia meraup Rp 640 mi­liar melalui penawaran umum sa­ham perdana (initial public off­ering/IPO).

Ketika dikonfirmasi, Vice Pre­sident Bakrie Group Christopher Fong enggan menjelaskan lebih lanjut soal rencana Bakrie men­jual ANTV kepada SCTV.

“Dalam pekan ini Viva akan mengumumkan atas aksi kor­po­rasi tersebut,” kata Fong singkat.

Sementara Direktur Bumi Re­sources Dileep Srivastava meng­ungkap­kan, penjualan ANTV oleh Ba­krie Group tidak ada hubu­ngan­nya dengan BUMI. ‘Tidak ada kaitannya dengan BUMI,” kata Dileep kepada Beritasatu. com, Selasa (27/11).   

Sedangkan pihak PT Visi Me­dia membantah kabar yang me­nyebutkan stasiun televisi ANTV akan dijual ke kompeti­tor­nya PT Elang Mahkota Tek­nologi, pe­me­­gang saham mayo­ritas SCTV.

“Tidak ada rencana itu,” bantah Presiden Direktur Visi Me­dia Erick Thohir.

Dia menjelaskan, hingga kini Visi Media belum berencana me­lakukan tindakan apapun soal pen­jualan salah satu stasiun TV. Begitu halnya dengan pihak yang dijajaki, Erick menegas­kan, Visi Media tengah memper­siapkan un­tuk mengeluarkan ke­terangan pers guna menanggapi kabar ter­sebut. Hingga kemarin, saham Visi Media berkode VIVA ter­ge­rus Rp 20 (3,2 persen) men­capai Rp 600.

Sementara staf pribadi Abu­ri­zal Bakrie, Lalu Mara Satri­wang­sa, mengaku belum men­dengar ren­cana penjualan ANTV ke SCTV. “Anda dengar dari mana? Saya saat ini hanya kosentrasi di Partai Golkar,” tukasnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA