Shandong Group Tanam Investasi 500 Juta Dolar

Bangun Pabrik Ban Di Indonesia

Selasa, 27 November 2012, 08:25 WIB
Shandong Group Tanam Investasi 500 Juta Dolar
ilustrasi
Kecil Besar

rmol news logo Shandong O’Green Group, salah satu perusahan manu­fak­tur otomotif asal China, ber­investasi 500 juta dolar AS un­tuk membangun pabrik ban di Indonesia.

Perusahaan yang mempro­duk­si ban truk dan roda itu akan ber­kaloborasi dengan peru­sa­haan nasional PT Vorich Wealth Indo. Kerja sama ini untuk mem­perkuat industri dan me­nguasai pasar nasional dan  internasional.

Presiden Direktur Shandong Group Wang Jie mengatakan, dengan investasi 500 juta dolar AS, pembangunan yang di­mulai November 2012 di­ha­rapkan akan rampung Februari 2014.

“Target proyek meng­ha­sil­kan 2.000.000 TBR (Truck and Bus Radial) per tahun dan 5.000.000 PCR (Passanger Car Radial) per tahun,” kata Jie seusai groundbreaking pabrik­nya di kawasan industri Cikam­pek, kemarin.

Alasan memilih membangun pabrik di Indonesia, menurut dia, karena memiliki sumber da­ya alam yang melimpah ter­utama karet dan sumber daya ma­nusia yang baik.

Jie mengatakan, dengan men­­dirikan fasilitas produksi di In­donesia dikombinasikan de­ngan teknologi canggih, China mampu menekan biaya pro­duk­si yang dapat menghasilkan pro­duk berkualitas tinggi de­ngan nilai ekonomis bagi pasar lokal dan pasar internasional.

“Kami percaya produk kami akan diversifikasi berbagai jenis produk ban yang tersedia di pasar Indonesia. Kami juga percaya bahan produk ban ka­mi akan mendorong industri ban Indonesia untuk mening­katkan nilai kompetitif pasar otomotif dunia,” jelasnya.

Perusahaan yang telah ber­diri tahun 2002 ini sudah ba­nyak memproduksi ban dan cin­cin baja, serta produksi kar­bon hitam dan komponen truk beserta suku cadangnya hingga ke benua Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Eropa Barat, Asia Tenggara dan Australia.

Saat ini, lanjutnya, persero telah membangun jaringan penjualan internasional dan 40 persen produknya untuk ekspor di seluruh dunia. Di 2011, nilai omset perusahaan mencapai 1,63 miliar dolar AS.

Direktur Keuangan PT Eas­tern O’Green Eric Harjono me­nambahkan, Indonesia dengan kemajuan ekonominya me­mi­liki potensi besar untuk menjadi salah satu pemimpin di sektor industri dan manufaktur dunia.

“Kami bertujuan meman­faatkan kekuatan Indonesia sebagai salah satu produsen utama komoditas bahan mentah dengan SDM yang semakin kompeten,” katanya.

Kerja sama ini merupakan salah satu bentuk kerja sama untuk memperkenalkan produk dengan kualitas tinggi dengan harga yang sangat kompetitif secara global.  [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA