Masih Ada 16,8 Juta KK Belum Nikmati Listrik

Swasta Tidak Berminat Penuhi Pasokan Pelanggan Baru

Selasa, 27 November 2012, 08:41 WIB
Masih Ada 16,8 Juta KK Belum Nikmati Listrik
ilustrasi
Kecil Besar

rmol news logo Pemerintah menyadari ma­sih banyak kepala keluarga yang belum teraliri listrik. Saat ini dari sekitar 240 juta penduduk In­donesia, 16,8 juta kepala ke­luarga (KK) belum dapat menikmati listrik.

“Rasio elektrifikasi baru 72,95 persen atau 27 persen belum ke­na jaringan atau 16,8 juta kepala keluarga. Ini yang mereka dam­bakan listrik, belum merdeka kalau belum ada listrik,” ujar Dirjen Ketena­galistrikan Ke­men­­terian Energi dan Sumber Daya Mi­neral (ESDM) Jarman di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, PT Perusahaan Listrik negara (PLN) sebagai pemasok listrik menargetkan 2,9 juta pelanggan baru akan teraliri listrik pada tahun depan.

Jarman mengaku swasta tidak berminat memenuhi kebutuhan pasokan listrik bagi pelanggan baru. Sebab, 2,3 juta dari 2,9 juta kepala keluarga tersebut adalah calon pelanggan listrik berskala kecil yakni pemasangan sam­bungan 450-900 VA alias listrik bersubsidi. “Itu kan kecil, jadi swas­ta nggak mau. Kapan kem­balinya (investasi),” tambahnya.

Direktur Utama PLN Nur Pa­mu­dji mengatakan hal senada. Dibanding tahun lalu, per­min­taan masyarakat untuk pe­ma­sangan listrik baru tumbuh 10,18 persen.

“Permintaan listrik dari ma­syarakat sangat tinggi. Tumbuh dari Januari sampai Oktober. Kita bersyukur pertumbuhan itu masih bisa kita layani,” kata Nur.

Dia mengklaim pasokan listrik di Indonesia masih aman hingga puluhan tahun ke depan. Hal ini lantaran masih me­limpahnya pa­sokan batubara, salah satu ke­kayaan alam yang bisa dijadikan energi primer di mesin pem­bangkit listrik.

Karena itu, pihaknya akan fokus terhadap penggarapan batubara menjadi salah satu energi primer untuk memasok kebutuhan bahan bakar BUMN tersebut. Apalagi energi primer di Indonesia masih didominasi batubara.  [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA