BPS Anggap Impor Daging Bukan Solusi

Selasa, 27 November 2012, 08:26 WIB
BPS Anggap Impor Daging Bukan Solusi
ilustrasi, Impor Daging
Kecil Besar

rmol news logo Pemerintah akan membuka kran impor daging tambahan ta­hun depan untuk mengan­tisipasi kelangkaan pasokan. Langkah itu pun menuai kritikan.

Deputi Bidang Statistik Pro­duksi Badan Pusat Statistik (BPS) Adi Lumaksono mengatakan, sebenarnya pemerintah tidak per­lu melakukan impor untuk me­ngantisipasi kelangkaan da­ging di Jabodetabek. Yang harus dila­kukan pemerintah adalah ba­gai­mana pemecahan masalah dis­tribusi.

“Pasokan daging kita banyak, tapi adanya di wilayah NTB (Nu­sa Tenggara Barat). Yang jadi ma­salah transportasi yang mem­bawanya ke sana,” kata Adi saat workshop wartawan BPS di Cipanas, akhir pekan lalu.

Menurut dia, hasil penyeli­dik­an Ditjen Peternakan Kemen­terian Pertanian, ditemukan ma­salah utama kelangkaan daging karena terhambatnya pengiriman pasokan dari daerah penghasil sapi seperti NTB.

NTB bisa mengirim 1.000 sapi tapi tidak ada kapal yang bisa membawanya. Apalagi ongkos untuk membawa sapi dari NTB ke Jakarta di atas Rp 10 juta.

“Kapal-kapal besar harus tran­sit di Jawa Timur. Untuk itu, ke de­pan distribusinya harus diper­baiki,” ujar Adi.

Hambatan lainnya, lanjut Adi, yakni peternak tidak mau men­jual sapinya. Banyak peternak yang menjadikan sapi bukan ko­moditi, tapi sebagai lambang ke­kayaan. Karena itu, langkah yang harus dilakukan adalah mem­bangun ru­mah potong he­wan di daerah peng­hasil sapi.

Menurut pantauan BPS, hingga saat ini harga daging sapi di wi­layah Jakarta mulai kembali ke harga stabil. Pihaknya mencatat harga sudah mulai turun jadi Rp 90.000 dari sekitar Rp 125.000.

Adi menegaskan, meski ke­butuhan daging dipasok dari im­por, tapi pemerintah harus segera meningkatkan produksi dalam ne­geri. “Swasembada da­ging ber­tujuan untuk menguat­kan ke­mam­­­puan mengonsumsi barang pro­duksi sendiri,” ucapnya.

Data BPS mencatat, konsumsi daging pada 2011 mencapai 449.000 ton. Sementara produksi daging lokal mencapai 292.000 ton dan daging impor mencapai 34,9 persen atau 157.000 ton daging.

Pada 2012, konsumsi daging akan mencapai 484.000 ton de­ngan produksi daging lokal men­capai 390.000 ton dan sebanyak 85.000 ton daging sapi impor. Kemudian pemerintah menam­bah alokasi impor daging sapi sebanyak 7.000 ton, sehing­ga total impor daging sapi tahun ini 92.000 ton.

Pemerintah menilai, stok da­ging sapi untuk kebutuhan dalam negeri ternyata masih terbatas. Alhasil, pemerintah berencana un­tuk memperbesar kuota impor daging sapi untuk 2013.

Ketua Komisi IV DPR Roma­hurmuziy meminta pemerintah tidak menambah kuota impor daging sapi guna mengatasi lon­jakan harga yang tidak wajar akhir-akhir ini.

Penambahan kuota impor men­jadi opsi terakhir bila upaya pe­merintah untuk meminta para importir melepas stok daging dan sapi bakalan ke pasar, tidak ber­hasil menekan membu­bung­nya harga.  [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA