Investasi Infrastruktur RI Kalah Sama China & India

Selasa, 27 November 2012, 08:05 WIB
Investasi Infrastruktur RI Kalah Sama China & India
ilustrasi
Kecil Besar

rmol news logo Menteri Perencanaan Pemba­ngunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Na­sional (PPN/Bappenas) Ar­mida S Alisjahbana mengakui, in­ves­tasi untuk infrastruktur  ma­sih sangat rendah, yaitu 4,5 persen.

Padahal, besaran investasi in­frastruktur yang ideal adalah se­besar 5 persen untuk pertum­buh­an ekonomi 7 persen. Bah­kan, realisasi investasi tersebut ma­sih jauh dibandingkan sesama ne­gara berkembang, yaitu China dan India.

Armida menyebutkan, saat ini belanja modal pemerintah yang digunakan untuk pembiayaan in­frastruktur sekitar Rp 188 triliun atau 2 persen dari produk do­mes­tik bruto (PDB). Namun, setelah ditambah dengan pem­biayaan dari pihak pemda, swas­ta, dan BUMN, maka investasi tersebut mencapai Rp 385,2 triliun atau 4,51 persen dari PDB.

“Kalau kita lihat ada trend pe­ningkatan yang cukup signi­fikan APBN untuk belanja ke­mente­rian/lembaga. Tapi kom­ponen lain, relatif tidak terlalu mening­kat signifikan,” ujar Armida di Jakarta, kemarin.

Jika dibandingkan dengan ne­gara seperti China dan India, Armida menyatakan, investasi in­frastruktur Indonesia masih sa­ngat jauh tertinggal. Sejak 2009, in­vestasi infrastruktur di In­dia sudah di atas 7 persen dari Produk Do­mestik Bruto (PDB) dan China sejak tahun 2005 sudah mencapai 9-11 persen dari PDB.

“Pertumbuhan investasi kita 10-11 persen, tapi khusus in­frastruktur kita masih belum cukup untuk mendorong lebih tinggi,” jelasnya.

Menurut Armida, standar be­lanja infrastruktur untuk men­capai pertumbuhan sekitar 7 per­sen, yaitu sebesar 5 persen. Na­mun, jika ingin mencapai per­tumbuhan 7-9 persen sesuai de­ngan skema Masterplan Percepa­tan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia  (MP3EI), maka dibu­tuhkan belanja infra­struktur se­besar 7 persen dari PDB.

Dia  juga meminta Pemda lebih berperan dalam pem­bangunan infrastruktur. Sebab, Pemda yang me­ngetahui la­pa­ngan.

“Pemda jika ada yang kurang harus diperdebatkan, tapi mereka menyerahkan ke pusat. Padahal, infrastruktur itu dilakukan dan direalisasikan di sana,” ucapnya.

Menurut dia, peran pemda ha­rus meningkatkan efisiensi me­lalui penghematan belanja pega­wai dan barang guna menaik­kan porsi be­lanja modal bagi pemba­ngunan in­frastruktur daerah.  [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA