Mau Majukan Hortikultura, Iklim Investasi Mesti Dibuat Menarik

Kamis, 08 November 2012, 08:00 WIB
Mau Majukan Hortikultura, Iklim Investasi Mesti Dibuat Menarik
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Ketua Komite Tetap Pengem­bangan Pasar Pertanian Kamar Da­gang dan Industri (Kadin) Ka­ren Tambayong menyatakan du­kungannya atas rencana pe­me­rintah melakukan perbaikan iklim industri benih.

“Kita dukung upaya peme­rintah memperbaiki iklim usaha karena dapat memacu industri benih hortikultura nasional,” kata Karen di Jakarta, kemarin

Karen berpendapat, jika ingin memajukan sektor hortikultura sampai skala industri, seharusnya iklim investasi dibuat menarik supaya para investor masuk ke Indonesia.

Menurut dia, Undang-Undang No.13 Tahun 2010 tentang horti­kultura sebenarnya sangat kom­prehensif untuk pengem­bangan hortikultura di Indonesia. Hanya saja, dalam salah satu pasalnya mengatur soal pembatasan inves­tasi asing untuk sektor ini hanya 30 persen.

Karen beranggapan pasal ini sangat bertentangan dengan Un­dang-Undang Penanaman Modal dan menjadi kendala mewujud­kan industri hortikultura di Indonesia.

Dia menjelaskan, sektor horti­kultura berbeda dengan pertanian tanaman pangan yang mem­bu­tuhkan teknologi dan standarisasi ting­gi dalam pekerjaannya. Sek­tor hortikultura belum masuk dalam skala produksi sehingga hasilnya dapat diekspor.

Dengan masuknya investasi asing di sektor benih hortikultura diharapkan terjadi transfer penge­tahuan, teknologi dan manajemen sehingga membuat produk itu masuk dalam skala industri.

Menurut dia, standarisasi di sektor hortikultura  sangat pen­ting untuk menembus pasar ek­spor serta telah  diatur organisasi perdagangan dunia (World Trade Centre).

Sekjen Kementerian Pertanian (Kementan) Hari Priyono menga­takan, pemerintah akan terus meng­genjot industri benih nasional. Sejumlah regulasi dan iklim akan diciptakan untuk mendukung terciptanya benih unggul nasional dan mening­katkan produksi dan mengurangi impor jutaan ton buah dan sayur.

“Nilai impor buah dan sayur kita di bawah 10 persen. Untuk jenis tertentu memang kita impor, ini terkait gaya hidup sebagian penduduk di Indonesia,” ujar Hari.

Ketergantungan Indonesia terhadap produk buah dan sayur impor terus berkurang. Peme­rintah optimis importasi buah dan sayur tahun ini akan turun drastis hingga 20-30 persen dibanding tahun lalu.

Data nilai impor buah dan sayur pada Januari-Agustus 2012 dibanding periode sebelumnya menunjukkan penurunan sekitar 20 persen. Hal ini tak lepas dari penerapan pengetatan masuknya buah impor.

Nilai impor buah dan sayur tahun lalu mencapai 411 juta dolar AS (Rp 3,7 triliun) dengan volume 1,6 juta ton atau me­ningkat 400 ribu ton dibanding tahun 2010 yang mencapai 1,2 juta ton.  Untuk menekan impor sayur dan buah, pemerintah akan terus mendorong produktivitas industri benih unggul. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA