Pantura Jadi Proyek Abadi Yang Tidak Pernah Selesai

Infrastruktur Perlu Direhabilitasi

Jumat, 26 Oktober 2012, 08:00 WIB
Pantura Jadi Proyek Abadi Yang Tidak Pernah Selesai
ilustrasi/ist
Kecil Besar
rmol news logo .Sebanyak 158 jembatan di jalur pantai utara Jawa (Pan­tura) memerlukan rehabilitasi. Anggota Komisi V DPR Sigit So­siantomo mengungkapkan, dari hasil rapat kerja dengan Kemen­terian Pekerjaan Umum (PU) be­berapa waktu lalu, diketahui jem­batan yang kritis dan mem­bu­tuhkan penanganan cepat adalah Jembatan Lanci 1b, Jurang Jero, Sumber Wetan dan Rohana B.

“Laporan Kementerian PU kepada Komisi V kondisi jem­batan di Jalur Pantura umumnya baik. Namun, sekitar 158 jemba­tan membutuhkan perbaikan dan 4 jembatan yang kondisinya kritis memerlukan perkuatan dan peng­gantian,” jelas Sigit.

Dari hasil evaluasi teknis Ke­menterian PU, kata dia, keru­sakan jembatan di Jalur Pantura umum­nya disebabkan kelebihan beban aktual (overloading) yang mele­bihi batas izin dalam Cum­mulative Equivalent Stan­dard Axle (CESA), cam­puran aspal yang ku­rang baik  pada lapis atas dan akibat 70 persen kendaraan besar terkon­sentrasi pada lajur cepat.

Hal ini mengindikasikan ada­nya penyimpangan dalam pelak­sanaan pekerjaan. Harus­nya, campuran aspal dibuat se­suai dengan spesifikasi yang diten­tukan sehingga bisa berta­han sesuai dengan umur rencana.

Untuk itu, Sigit meminta Ke­menterian PU mengawasi ketat pelaksanaan pengerjaan semua pro­yek infrastruktur, khususnya jembatan. Selain itu, anggota Fraksi PKS ini juga meminta agar mutu aspal dan hotmix diperbaiki serta menggunakan umur rencana 10 tahun atau lebih dengan beban aktual.

Kementerian PU juga didesak mencari teknologi alternatif untuk perkerasan jalan dan jembatan di Jalur Pantura dan upaya solutif lainnya guna mengurangi kepadatan kendaraan di Jalur Pantura. Hal itu dapat dila­kukan dengan menggunakan perkerasan beton dan membuka jalur-jalur alternatif agar beban lalulintas tidak terpusat di wilayah tersebut.

“Setiap tahun pemerintah menganggarkan dana yang sangat besar hanya untuk pemeliharaan jalan. Pantura ini sudah menjadi proyek abadi yang tidak pernah selesai,” tegas Sigit.

Dalam APBN 2013, DPR dan Kementerian PU mengalo­kasikan anggaran sekitar Rp 2,474 triliun untuk pemba­ngunan dan reha­bilitas jembatan di seluruh Indonesia, termasuk di Pantura yang terdiri dari ang­garan Rp 330 miliar untuk penggantian jem­batan dan Rp 2,144 triliun untuk pemeliharaan rutin jembatan.

Khusus Pantura, dalam APBN 2013, jembatan yang akan dilakukan pemeliharaan rutin sepanjang 4.743 meter dan peme­liharaan berkala sepanjang 342 meter. Sedangkan untuk peng­gantian jembatan diper­kirakan sepanjang 64 meter. [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA