JICA Siap Kucurkan Dana Bangun Pusat Grosir Ikan

Jumat, 05 Oktober 2012, 08:01 WIB
JICA Siap Kucurkan Dana Bangun Pusat Grosir Ikan
ilustrasi, Ikan
Kecil Besar
rmol news logo Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana mem­­bangun pusat grosir ikan se­cara terpadu di Pelabuhan Per­ikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara. Pembangunan fasilitas itu sebagai penunjang sarana dan prasarana di pelabuan tersebut yang baru saja rampung dire­habilitasi.

“Pusat grosir mutlak kita ba­ngun untuk melengkapi infra­struktur di PPS Nizam Zachman guna meningkatkan pelayanan dan jasa di sektor perikanan,” kata Menteri Kelautan dan Per­ikanan Sharif Cicip Sutardjo.

Namun, pembangunan infra­struktur penunjang tersebut ma­sih terganjal perizinan reklamasi lahan dari Pemda DKI Jakarta.

“Kalau boleh kita akan merek­la­masi. Kita akan bangun itu (pa­sar grosir ikan). Masalahnya ha­nya satu, tempatnya ini belum siap. Ada dua alternatif reklama­si atau merelokasi kantor kita sen­diri (Balai Penelitian Per­ikanan Laut),” ujar menteri dari Partai Golkar itu.

Dengan membangun pusat grosir ikan itu nantinya pela­bu­han akan menampung hasil per­ikanan yang didapat para nela­yan untuk dipasarkan kepada ekspor­tir dalam skala.

Bahkan, seiring kegiatan reha­bilitasi di PPS Ni­zam Zachman yang kini menja­dikan PPS ter­sebut terbesar di In­donesia, KKP akan mem­bangun fasilitas di pelabuhan lain sebagai langkah nyata mencip­takan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang ber­tumpu pada ko­moditas kelautan dan perikanan.

Direktur Jenderal Perikanan Tan­gkap KKP Heriyanto Mar­woto mengatakan, proyek pem­bangunan pusat grosir ikan ter­besar di Indonesia tersebut akan menggandeng Japan Interna­tional Cooperation Agency (JICA) dengan skema pinjaman lunak (soft loan).

“JICA siap membantu peme­rintah membangun pusat grosir ikan dan akses sarana jalan ke grosir ikan tersebut,” katanya.

Rencananya, pusat pasar gro­sir ikan itu akan berdiri di atas lahan mencapai 3-4 hektar. Pasar ikan grosir ikan ini mencontoh pasar ikan di Tsukiji, Jepang.

Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Junji Shimada menam­bahkan, PPS Nizam Zachman merupakan pelabuhan perikanan terbesar dan terlengkap di In­do­nesia. Setiap hari jenis ikan dan berbagai udang diolah lalu di­ekspor ke Jepang. Hal ini menan­dai bahwa PPS Nizam memegang peranan pen­ting bagi Jepang.

 Shimada menyatakan komit­men­nya untuk memperkuat kerja sama bagi pengembangan PPS Nizam sebagai pelabuhan ber­taraf internasional. Shimada juga berharap, kerja sama Indonesia-Jepang pada sektor perikanan semakin kuat di masa mendatang.

Kepala PPS Nizam Zachman Bustami Mahyuddin menga­ta­kan, PPS Nizam Zachman mam­pu memasok ikan 500 ton/ hari, bahkan separuhnya sekitar 250 ton ditujukan untuk ekspor.

“Umumnya negara yang tu­juan ekspor meliputi wilayah Asia dan Uni Eropa,” ucapnya.

Kapal yang mendarat di PPS Nizam Zachman per harinya ada 15 kapal dan saat ini yang  ber­sandar di PPS ada 400 kapal.  Sebab itu, Bustami optimis jika pasar grosir ikan dibangun, maka jumlah kapal yang bersandar di PPS ini akan menjadi 2 kali lipat atau sekitar 800 kapal/bulan. Pada  umumnya komoditas ikan laut yang didaratkan yakni Tuna, Tongkol, Cakalang (TTC). [Harian Rakyat Merdeka]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA